Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menuturkan bahwa petugas TNBTS turut serta dalam operasi ini dengan menurunkan Polisi Hutan dan Manggala Agni.
Mereka membantu proses investigasi dan penyisiran ladang ganja bersama dengan pihak kepolisian.
“Karena ladang ganja itu biasanya ditanam di tempat-tempat yang relatif sulit untuk ditemukan,” ujar Setyawan pada Selasa 18 Maret 2025.
Baca Juga: Manajer Timnas Indonesia Ungkap 3 Pemain Diaspora Tiba di Sydney: Skuad Makin Lengkap
“Kita menurunkan petugas termasuk Kepala Balai Taman Nasional waktu itu, Polhut, Masyarakat Mitra Polhut, dan juga Manggala Agni yang ada di sana, semua turun ke lapangan dibantu dengan teknologi drone,” tambahnya.
Penemuan ladang ganja ini juga membuktikan pentingnya pengawasan kawasan taman nasional agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan keamanan dan pemantauan lebih ketat di wilayah konservasi.
Baca Juga: Jelang Indonesia vs Australia, Pelatih Garuda Patrick Kluivert Spill Taktik: Penguasaan Bola
Dengan adanya penemuan ini, Kemenhut dan pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Raja Juli Antoni menekankan bahwa komitmen pemerintah dalam menjaga kawasan konservasi dari aktivitas ilegal akan terus diperkuat.
“Kita akan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan taman nasional tetap menjadi kawasan konservasi yang bebas dari aktivitas ilegal,” pungkasnya.***