Pernyataan Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar menguatkan dugaan bahwa ada aliran dana setoran dari praktik sabung ayam yang diterima oleh anggota kepolisian dan TNI.
Hal ini terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap dua anggota TNI yang berada di lokasi kejadian saat insiden penembakan terjadi.
Dari keterangan yang diberikan saksi, disebutkan bahwa pelaku perjudian rutin memberikan uang "keamanan" kepada sejumlah oknum di kepolisian dan TNI.
Baca Juga: Pernah Jadi Dirut PFN, Helmy Yahya Beri Pesan Begini pada Ifan Seventeen: Beri Dia Kesempatan
Namun, perbedaan pendapat mengenai jumlah uang setoran disebut sebagai pemicu konflik yang berujung pada tragedi tersebut.
Menurut Asisten Intelijen Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Inf Yogi Muhamanto, miskomunikasi di antara anggota kepolisian dan TNI menjadi faktor utama yang memperburuk situasi hingga terjadi penembakan.
"Komunikasi yang tidak baik itu yang akhirnya memicu insiden yang tidak diinginkan tersebut," kata Yogi, Kamis 20 Maret 2025.
Baca Juga: Ifan Seventeen Beri Tantangan pada Siapapun yang Mampu dan Mau Memimpin PFN: Saya akan Mundur
Selain itu, Yogi juga mengungkap bahwa salah satu korban penembakan, yakni Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, diduga merupakan salah satu pihak yang menerima setoran uang dari praktik judi sabung ayam tersebut.
"Setiap meminta izin, Lusiyanto menjawab silakan, yang penting harus aman. Kata 'aman' itu maksudnya adalah setoran uang. Jadi, memang ada setoran uangnya dari pihak TNI kepada kepolisian," ungkapnya.
Baik Polri maupun TNI kini sedang bekerja sama dalam penyelidikan kasus ini.
Baca Juga: Dituduh Jadi Dirut PFN Hasil Menjilat, Ifan Seventeen Akhirnya Buka Suara: Ini Pengabdian
Pihak berwenang menegaskan bahwa mereka akan menuntaskan kasus ini secara transparan agar kebenaran dapat terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.***