news

Kejanggalan Kematian Juwita Jurnalis Banjarbaru, Warga Sekitar Curigai Tidak Ada Tanda Kecelakaan

Kamis, 27 Maret 2025 | 13:00 WIB
Berita Duka Kematian Juwita, Jurnalis Asal Banjarbaru. (instagram.com/polsek_banjarbaru)

NARASIDATA.COM - Kematian Juwita (23), seorang wartawan media online di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menimbulkan banyak pertanyaan. 

Ia ditemukan tewas di kawasan Gunung Kupang pada Sabtu 22 Maret 2025 sore, dengan dugaan awal sebagai korban kecelakaan tunggal. 

Namun, sejumlah kejanggalan membuat berbagai pihak meragukan penyebab kematiannya.

Baca Juga: Imbas Kontroversinya, Fan Meeting Kim Soo-hyun di Taiwan Batal, Sempat Muncul Rumor Bakal Dikawal 50 Polisi Setempat

Jasad Juwita pertama kali ditemukan warga dalam kondisi telentang di tepi jalan, dengan sepeda motornya tergeletak tak jauh darinya. 

Meski awalnya diduga kecelakaan, beberapa saksi mata tidak melihat tanda-tanda peristiwa tersebut, seperti bekas gesekan motor di aspal atau kerusakan parah pada kendaraan.

Kecurigaan semakin kuat setelah diketahui bahwa dompet dan ponsel Juwita hilang. 

Baca Juga: Meleset dari Perkiraan, Melly Goeslaw Mengaku Sempat Mengira Salah Satu Lagu Hitsnya Ini Dapat Royalti Besar: Ternyata Populer di Jaksel Aja

Selain itu, ditemukan luka lebam di punggung, bawah mata, serta di leher belakang yang menjalar hingga ke daun telinga kiri. 

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Juwita bukan sekadar mengalami kecelakaan, melainkan menjadi korban tindak kriminal.

Salah satu yang paling mencurigakan adalah kondisi helm yang masih terpasang di kepala Juwita. 

Baca Juga: Di Tengah Polemik Royalti, Melly Goeslaw Ungkap Terima Pembayaran Lagunya: Lagi Selonjoran Nonton TV Dapat Transferan dari LMK

Jika ia mengalami kecelakaan tunggal, luka-luka parah seharusnya ada di bagian tubuh yang lebih terbuka, seperti tangan atau kaki, bukan di area kepala yang dilindungi helm.

Sejumlah rekan jurnalis Juwita juga mempertanyakan kemungkinan adanya motif lain di balik kematiannya. 

Halaman:

Tags

Terkini