news

Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Harus Berurutan atau Boleh Terpisah? Begini Penjelasannya

Rabu, 2 April 2025 | 07:02 WIB
Foto: ilustrasi al-Quran dan buah Kurma - Puasa 6 hari bulan Syawal harus berurutan? (Unsplash/Abdullah Arif)

NARASIDATA.COM - Baru saja menyelesaikan Ramadhan, tandanya telah memasuki Syawal.

Dengan dilakukannya shalat Idul Fitri, umat Muslim berarti telah memasuki 1 Syawal.

Meski Ramadhan usai, di bulan Syawal ini juga masih bisa melakukan berpuasa, yaitu puasa Syawal.

Baca Juga: Ruben Onsu Mualaf, Ramalan Denny Darko tentang Kedekatan dengan Desy Ratnasari tentang Beda Agama Diungkap

Sunnah puasa Syawal adalah dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal.

Menurut hadis dari Rasulullah, puasa 6 hari di bulan Syawal setara dengan pahala puasa selama setahun.

“Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh,” (HR Muslim).

Baca Juga: Ingin Mudik Aman dan Lancar? Jangan Lupa Download 5 Aplikasi Penting Ini di Ponselmu

Puasa Syawal Bisa Dilakukan Secara Terpisah

Puasa Syawal tidak harus dilakukan secara terus menerus setiap harinya karena dibolehkan untuk terpisah-pisah.

Misal, puasa di hari ke-2 Syawal, namun baru bisa melanjutkan lagi di hari ke-5 Syawal.

Baca Juga: Ingin Berlibur Bersama Keluarga saat Mudik Lebaran? Simak Daftar Tol yang Tarifnya Diskon 20 Persen di Indonesia

“Sesungguhnya tidak disyaratkan dalam puasa Syawal untuk terus-menerus, dan cukup bagimu untuk puasa enam hari dari bulan Syawal sekalipun terpisah-pisah, sepanjang semua puasa tersebut dilakukan di dalam bulan ini (Syawal),” (Sayyid Abdullah al-Hadrami, al-Wajiz fi Ahkamis Shiyam wa Ma’ahu Fatawa Ramadhan).

Sedangkan pendapat tentang puasa Syawal dilakukan berurutan adalah dari tulisan Imam Abu Al-Husain Yahya bin Abil Khair bin Salim Al-Umrani Al-Yamani:

Halaman:

Tags

Terkini