news

Kebijakan Trump Ternyata Untungkan Salah Satu ‘Harta Karun’, Indonesia Bisa Raup Untung Besar

Kamis, 10 April 2025 | 11:24 WIB
Donald Trump Saat Mengumumkan Tarif Impor (instagram.com/whitehouse)

NARASIDATA.COM - Harga batu bara dunia kembali naik signifikan dan memberikan angin segar bagi Indonesia, eksportir batu bara terbesar di dunia.

Kenaikan ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani empat perintah eksekutif yang bertujuan menghidupkan kembali industri batu bara di AS.

Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara pada Selasa 8 April 2025 tercatat sebesar US$100,25/ton atau sekitar Rp2 juta/ton naik 1,37% dibandingkan sehari sebelumnya. 

Baca Juga: Luhut Klaim Indonesia Tak Perlu Khawatir Berlebihan Soal Kebijakan Tarif Trump: Pengalaman Kita Menangani Kasus Besar Sudah Cukup Banyak

Ini merupakan apresiasi dua hari berturut-turut dengan penguatan total 2,3%. 

Uniknya, batu bara menjadi satu-satunya sumber energi yang menguat, saat harga minyak dan gas mengalami penurunan tajam.

Langkah Trump diyakini akan memperbesar permintaan terhadap batu bara dunia. 

Baca Juga: Polda Jabar Bongkar Identitas Peserta PPDS Unpad yang Diduga Perkosa Keluarga Pasien di RSHS: Spesialis Anestesi

"Hari ini, kami mengambil tindakan bersejarah untuk membantu para pekerja Amerika, penambang, keluarga, dan konsumen," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih.

Indonesia berpotensi menjadi pihak yang diuntungkan dari kebijakan ini. 

Pasalnya, negara ini memasok sekitar 405,76 juta ton batu bara pada 2024, naik hampir 7% dari tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Soroti Rupiah yang Tembus Rp17.000-an, Luhut Klaim Masih di Batas Normal dan Sebut Indonesia Masih Diminati Investor Tiongkok

Meski nilai ekspor menurun, dorongan harga yang lebih tinggi bisa mendongkrak kembali nilai ekspor tahun ini.

Selain itu, tarif impor baru yang diterapkan Trump justru dapat membuat batu bara semakin dilirik oleh negara-negara Asia sebagai sumber energi termurah. 

Halaman:

Tags

Terkini