news

Elon Musk Gagal Bujuk Donald Trump Batalkan Tarif Impor, Ekonom Prediksi Harga Mobil akan Meroket

Kamis, 10 April 2025 | 12:02 WIB
Imbas Tarif Impor Donald Trump, Harga Mobil Diprediksi Naik. (instagram.com/realdonaldtrump)

NARASIDATA.COM - Kebijakan tarif impor baru yang diluncurkan oleh Presiden Donald Trump menuai sorotan tajam dari kalangan ekonom. 

Mereka menilai langkah ini berisiko memperburuk inflasi dan menyulitkan masyarakat Amerika secara ekonomi.

Reuters melaporkan, para analis memperkirakan tarif ini bisa memicu inflasi, meningkatkan risiko resesi, dan menambah beban biaya hidup keluarga di AS hingga ribuan dollar. 

Baca Juga: Luhut Klaim Indonesia Tak Perlu Khawatir Berlebihan Soal Kebijakan Tarif Trump: Pengalaman Kita Menangani Kasus Besar Sudah Cukup Banyak

Padahal, Trump tengah berkampanye dengan janji utama: menurunkan biaya hidup.

Seorang pakar ekonomi dari MSU Denver, Dr. Kishore Kulkarni, memperingatkan bahwa dampak kenaikan tarif akan segera dirasakan.

“Tidak diragukan lagi, harga mobil pekan depan akan lebih mahal ketimbang hari ini,” ujar Kulkarni, dikutip dari CBS News, Selasa 8 April 2025.

Baca Juga: Polda Jabar Bongkar Identitas Peserta PPDS Unpad yang Diduga Perkosa Keluarga Pasien di RSHS: Spesialis Anestesi

Menurut Kulkarni, tarif ini tak hanya berdampak pada mobil impor, tetapi juga mobil buatan lokal. 

Sebab, industri otomotif merupakan sektor kompleks yang tetap bergantung pada komponen dari berbagai negara.

"Untuk banyak mobil, perakitan ada di suatu tempat, mesinnya dari suatu tempat, suku cadang bodinya ada di suatu tempat,” tambahnya.

Baca Juga: Soroti Rupiah yang Tembus Rp17.000-an, Luhut Klaim Masih di Batas Normal dan Sebut Indonesia Masih Diminati Investor Tiongkok

“Jadi jelas, mobil adalah komoditas yang sangat kompleks yang membutuhkan banyak barang impor dan input impor, dan oleh karena itu, perusahaan mobil akan menemukan cara untuk beradaptasi dengan semua ini," jelas Kulkarni.

Ia menambahkan, bahkan Tesla yang selama ini dianggap sebagai produk asli Amerika pun masih mengandalkan suku cadang dari luar negeri. 

Halaman:

Tags

Terkini