news

Update RI Nego Tarif Trump: Prabowo Bakal Terbangkan Tim Khusus ke AS, Bahas Produk yang Terdampak

Rabu, 16 April 2025 | 12:23 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan). (Instagram.com / @prabowo - @potus)

NARASIDATA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Budi Gunawan mengungkap arahan Presiden RI, Prabowo Subianto ke tim negosiasi kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. 

Budi menuturkan, saat ini Prabowo tengah menyusun strategi untuk negosiasi tarif impor dengan pemerintah AS yang dipimpin Presiden Trump.

Adapun, arahan Prabowo ke tim negosiasi adalah untuk membahas soal klasifikasi komoditas yang terkena tarif dan tidak kena tarif balasan atau resiprokal Trump.

Baca Juga: Ingar Perang Tarif China vs AS, Influencer Raymond Chin Justru Bongkar Soal Masalah Impor di Negeri Paman Sam

Selain itu, Budi menyebut terdapat pembahasan mengenai investasi antara kedua negara yang akan diajukan dalam negosiasi.

"Ada, klasifikasi yang terkait dengan tarif, non tarif dan investasi. Sudah dirumuskan, nanti ada tim dalam waktu yang akan berangkat," ungkap Budi kepada awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa, 15 April 2025.

Terkait tim khusus yang akan diterbangkan ke AS itu terdiri dari 6 orang menteri, yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Baca Juga: Dokter Kandungan di Garut Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Banyak Korban Diiming-imingi Periksa dan USG 4D Gratis

Terdapat pula, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, hingga Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Sebelumnya, Indonesia terkena tarif impor yang cukup tinggi oleh AS, yakni senilai 32 persen.

Sementara itu, Trump telah mengumumkan tarif tinggi itu ditunda penerapannya hingga 90 hari atau 3 bulan mendatang.

Baca Juga: Kata Coach Nova Arianto usai Garuda Muda U-17 Dibantai Korut, Soroti Skor Telak yang Pupuskan Harapan

Meski tarif tingginya ditunda, Trump tetap menerapkan tarif sebesar 10 persen di luar tarif tersebut untuk semua barang impor dari semua negara termasuk Indonesia.***

Tags

Terkini