news

Berkaca dari Kasus Dokter Obgyn yang Lecehkan Ibu Hamil, Mengapa Dokter Kandungan Malah Didominasi Laki-laki?

Kamis, 17 April 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi Dokter Obgyn Didominasi Laki-laki. (Freepik/Freepik)

NARASIDATA.COM - Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) adalah tenaga medis yang menangani berbagai aspek kesehatan reproduksi wanita, mulai dari menstruasi, kehamilan, persalinan, hingga menopause. 

Mengingat ruang lingkup kerjanya yang begitu erat dengan tubuh perempuan, tak sedikit orang yang beranggapan bahwa profesi ini lebih cocok dijalani oleh dokter perempuan. 

Namun realitasnya justru sebaliknya.

Baca Juga: Kejagung Bongkar Awal Mula Anggota Tim Legal PT Wilmar Diduga Beri Suap demi Muluskan Vonis Lepas Korupsi CPO

Berdasarkan data dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dari total sekitar 5.270 dokter obgyn yang menjadi anggota, sebanyak 3.460 di antaranya adalah laki-laki.

Sedangkan dokter perempuan hanya berjumlah 1.810 orang. 

Dan bahkan hal ini tidak hanya di Indonesia, tetapi di dunia.

Baca Juga: Pengacara Hotma Sitompul Meninggal Dunia, Jhon LBF: Selamat Beristirahat dengan Tenang

Ketimpangan ini menimbulkan pertanyaan: mengapa profesi yang sangat dekat dengan perempuan justru lebih banyak diisi oleh laki-laki?

Salah satu jawabannya datang dari pengalaman dan pengamatan dokter ginekologi asal Inggris, Anita Mitra, yang dikutip dari Huffington Post

Ia menyoroti bahwa banyak alat medis di bidang ini masih didesain untuk anatomi tangan laki-laki. 

Baca Juga: Kejagung Sita 3 Mobil Mewah usai Geledah 3 Lokasi Penyelidikan Skandal Suap Vonis Lepas Korupsi CPO di PN Jakarta

"Banyak instrumen bedah dalam praktik kandungan dan ginekologi memiliki ukuran gagang yang besar, yang lebih cocok digunakan oleh tangan laki-laki," ujar Anita Mitra. 

Sayangnya, hanya sedikit produsen alat kesehatan yang memproduksi versi yang lebih kecil dan ergonomis untuk dokter perempuan.

Halaman:

Tags

Terkini