Ia mengaku, dokter itu memeriksa dengan cara yang tidak biasa, bahkan meminta membuka baju dan menggunakan stetoskop dengan waktu yang terlalu lama.
“Dia tarik talinya, terus pakai stetoskop, tapi benar-benar lama, nggak seperti biasanya dokter periksa. Aku mulai nggak nyaman, tapi dokter itu bilang, ‘Sebentar saya lagi cek jantungnya’,” katanya.
Puncaknya, Qorry mengaku dokter itu mengarahkan kamera ponselnya ke tubuhnya. Ketika ditanya, jawabannya justru makin menimbulkan kecurigaan.
Baca Juga: Geram Dihujat Netizen, Lisa Mariana Putuskan Potong Lambung dan Pamer di Sosial Media
“Ngapain, dok?” tanyanya. Dokter YA menjawab, “Sebentar saya lagi balas WA teman saya. Aku yakin dia bukan balas WA, tapi ambil foto atau video,” tutur Qorry.
Perasaan tidak nyaman membuatnya akhirnya mengusir dokter itu dengan halus.
Namun pengalaman itu membekas dalam, dan trauma yang dialaminya terbawa hingga tiga tahun.
Ia bahkan sempat ragu untuk bercerita, karena suster di rumah sakit menyatakan bahwa dokter YA dikenal baik.
“Aku cuma bilang, ‘Sus, dokter Y orangnya emang kayak gitu?’ Suster jawab, ‘Gitu gimana kak? Dokter Y setahu saya sih baik’. Jadinya aku nggak jadi cerita,” ujarnya.
Kini, setelah kisahnya ramai diperbincangkan, Qorry berharap perempuan lain lebih berani bersuara.
Baca Juga: Mahfud MD Berharap UGM Tak Lagi Terlibat karena Bukan yang Memalsukan Ijazah Jokowi: Sudah Selesai
“Buat kalian semua terutama cewek-cewek, aku mohon kalau udah rasa ada yang nggak beres, LAWAN! Jangan takut kayak aku. Jujur ngetik ini aja gemeteran,” tulisnya dengan penuh emosi.***