news

Tuntut Tunggakan Pembayaran, Pengacara Mitra Dapur MBG Kalibata Justru Ungkap Terima Tagihan Rp400 Juta dari Yayasan MBN

Minggu, 20 April 2025 | 12:30 WIB
Mitra dapur MBG Kalibata ditagih Rp200 juta biaya pembelian ompreng. (Instagram/badangizinasional.ri)

NARASIDATA.COM - Kisruh tunggakan pembayaran mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalibata dengan Yayasan Media Bangkit Nusantara (MBN) masih berlanjut.

Ira Mesra, pengelola dapur MBG Kalibata membeberkan dalam konferensi pers bahwa dirinya mengalami kerugian hampir Rp1 miliar.

Kerugian yang dialami Ira sebesar Rp975.375.000 itu diklaim berasal dari Yayasan MBN yang ditunjuk pemerintah untuk mengurus MBG belum melakukan pembayaran sejak Februari 2025.

Baca Juga: Telisik Penemuan Bayi di Rumah Kosong Wilayah Kebumen, Diduga Ditelantarkan Kepala SD yang Malu Gegara Selingkuh

Padahal, dapur MBG Kalibata yang dikelola oleh Ira telah memasak  65.025 porsi untuk program Makan Bergizi Gratis tersebut.

Dari keterangan terbaru kuasa hukumnya, Danna Harly Putra, Ira justru ditagih uang Rp420 juta dari Yayasan MBN.

“Jadi kemarin ada komunikasi, saya dengan pihak yayasan, lucunya mereka malah menagih Ibu Ira sebesar Rp 400 juta," kata Danna kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 18 April 2025.

Baca Juga: Kuasa Hukum Pastikan Anak Lisa Mariana Anak Kandung Revelino: LM Ingin Ditemui saat Ngidam, Ingin Bertemu Ayahnya

“Jadi saya makin bingung nih, dalam tagihan tersebut ada invoice-invoice yang bilang dikeluarkan itu kalau invoicenya Rp100 juta tapi dia dalam bentuk surat, buktinya saya belum terima,” imbuhnya.

Danna kemudian menjelaskan bahwa Ira mendapat tagihan Rp200 juta dari pembelian ompreng atau tempat makan untuk MBG.

“Kemudian juga ada tagihan ompreng. Jadi Ibu Ira beli ompreng, kemarin Rp12.000 sudah dibayar Rp200 juta,” klaim Danna.

Baca Juga: Revelino, Pria yang Mengaku Ayah Kandung dari Anak Lisa Mariana: Bersama saat Mabuk hingga Ditemui saat Ngidam

“Nah, itu ditagihkan ke dalam mekanisme di MBG ini, jadi dua hal yang berbeda dicampuradukkan, jadi kacau semua ini,” tambahnya.

Danna menjelaskan bahwa saat mitra dapur teken kontrak, maka diharuskan untuk membeli ompreng.

Halaman:

Tags

Terkini