news

Menkes Budi Gunadi Ungkap Praktik Nakal Dokter Anestesi yang Keluar Ruang Bedah Setelah Pasien Tertidur: Ini Sangat Berbahaya

Selasa, 22 April 2025 | 10:20 WIB
Potret Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi pabrik Oneject Indonesia terkait pembuatan mesin Hemodialisa dan kantong darah pada 26 Februari 2025. (Instagram/bgsadikin)

NARASIDATA.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menemukan praktik nakal dokter-dokter anestesi usai terbongkarnya kasus Priguna di RSHS Bandung.

Menkes Budi menegaskan bahwa peserta PPDS seharusnya bekerja dengan diawasi oleh gurunya.

Ia juga mengungkapkan fakta bahwa banyak dokter anestesi yang tidak berada di rumah sakit.

Baca Juga: Soal Butet Ngaku Terpisah dari Anaknya, Pendiri OCI Taman Safari Justru Bongkar Sifat Asli sang Mantan Pemain Sirkus

“Khusus anestesi, karena ini kejadian di Semarang dan juga di Bandung, kita lihat begitu prodinya kita tunda itu rame malah program layanan anestesi, bukan program pendidikan anestesi saja,” kata Budi dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring pada Senin, 21 April 2025.

“Begitu kita hentikan PPDS anestesi untuk hadir di RS Kemenkes, ketahuan ternyata banyak dokter anestesi yang tidak bekerja di rumah sakit,” terangnya.

Budi kemudian mengatakan bahwa kasus dokter anestesi di Semarang dan Bandung tersebut membuka fakta lain, bahwa dokter keluar dari ruang bedah dan digantikan oleh mahasiswa PPDS.

Baca Juga: Pasca Viral Kasus Dokter Cabul di Medsos, Menkes Justru Soroti Jam Kerja Peserta PPDS yang Berlebihan

“Saya mulai mengamati bahwa ternyata yang melakukan pekerjaan anestesi di rumah sakit, di ruang bedah adalah PPDS-nya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dokter anestesi seharusnya berada di dalam ruang bedah saat dokter lain melakukan tindakan kepada pasien.

“Dokter anestesi itu harus selalu ada di situ ya, karena kalau terjadi apa-apa pasiennya bisa celaka gitu,” tambahnya.

Baca Juga: Ingar Petani Keluhkan Harga Gabah, Menteri Amran Ngaku Pecat Oknum BULOG yang Ketahuan Beli dari Tengkulak

“Di Indonesia ternyata praktiknya banyak yang keluar begitu (pasien) sudah tidur langsung keluar itu dokter anestesi,” tandasnya.

Menurutnya, praktik tersebut berbahaya karena mengabaikan keamanan pasien.

Halaman:

Tags

Terkini