news

Ramai Insiden Pembakaran Mobil Polisi di Depok: Dedi Mulyadi Klaim Itu Masalah Premanisme, Bukan Ormas Kelembagaan

Kamis, 24 April 2025 | 10:23 WIB
Potret mobil polisi yang terbakar di Depok (kiri) dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan). (X.com/@DivHumas_Polri - Instagram.com/@dedimulyadi71)

NARASIDATA.COM - Insiden pembakaran mobil polisi di wilayah Cimanggis, Depok, Jawa Barat (Jabar) menuai sorotan publik di media sosial (medsos).

Peristiwa itu terjadi pada 18 April 2025 tersebut kini memicu sorotan khusus dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Dedi menyoroti sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) di Harjamukti, Depok yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. 

Baca Juga: Pasca Viral Oknum Ormas Bakar Mobil Polisi, Dedi Mulyadi Justru Minta Wali Kota Depok Beri Perhatian ke Anak-Istri Pelaku

Di sisi lain, Gubernur Jabar itu menilai insiden pembakaran mobil polisi itu merupakan tanggung jawab individu, bukan ormas secara keseluruhan.

Terkait hal tersebut, Dedi menyebut insiden itu merupakan persoalan premanisme di wilayah Depok.

"Yang pertama bahwa kita ini kan bicara persoalan premanisme, karena kita bicara premanisme," tutur Dedi Mulyadi kepada awak media di Polres Metro Depok yang dikutip pada Rabu, 23 April 2025. 

Baca Juga: Buntut Skandal Liburan Tanpa Izin, Bupati Indramayu Lucky Hakim Kini Disanksi 'Magang' di Kemendagri

"Tapi kita bicaranya premanismenya, bukan kelembagaannya," sambungnya.

Terkait penegakan hukum, Dedi menegaskan pentingnya warga untuk membedakan antara tindakan oknum dengan sikap institusi.

"Karena tindakan itu adalah sifatnya perorangan, maka hukumnya menjadi hukum perorangan, bukan hukum kelembagaan," tegasnya.

Baca Juga: Paula Verhoeven Ungkap Ditalak Baim Wong Sejak April 2024, Sudah Lakukan Co-parenting Sebelum Resmi Cerai

Selain itu, Dedi menerangkan apabila suatu organisasi menyatakan diri mendukung aksi melanggar hukum, maka lembaga itu ikut bertanggung jawab

"Itu berbeda. Namun, selama ini belum ada indikasi ke arah sana," ungkapnya.***

Tags

Terkini