news

Airlangga Bongkar Soal Tambahan Impor Migas AS Masih Dinego RI demi Tekan Tarif Resiprokal Trump

Sabtu, 26 April 2025 | 20:58 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (kanan). (Instagram.com / @potus - @airlanggahartarto.official)

NARASIDATA.COM - Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengungkap proses negosiasi terbaru yang dilakukan tim delegasi pemerintah RI terkait tarif balasan atau resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Airlangga mengklaim, kini pihaknya masih menjalani proses negosiasi secara intensif demi penghapusan tarif dagang yang sebelumnya dikenakan AS ke RI senilai 32 persen.

Menko Perekonomian itu menyebut RI telah menawarkan tambahan impor komoditas strategis dari AS, seperti minyak dan gas (migas) serta produk pangan.

Baca Juga: Kuasa Hukum Revelino Bongkar Sosok Suami Lisa Mariana Sekarang: Mantan Karyawan Klien Kami

Adapun, Airlangga menegaskan skema tawaran RI dalam negosiasi dengan AS itu belum bersifat final, sebab posisi kedua belah pihak masih dalam proses perundingan masih berjalan.

"(Negosiasi) itu masih merupakan hal yang dinamis. Jadi, bukan posisi yang statis," tutur Airlangga dalam konferensi pers secara virtual yang tayang pada Jumat, 25 April 2025.

Airlangga menyebut secara rinci jenis produk pertanian dan migas apa saja yang akan ditawarkan masih terus dalam pembahasan. 

Baca Juga: Bpjs Ketenagakerjaan beri jaminan kepada atlet Ju-jitsu

"Pemerintah akan menyampaikan detailnya setelah kesepakatan tercapai," terangnya.

Terkait hal itu, Airlangga menilai pendekatan negosiasi yang dilakukan pemerintah RI sejauh ini telah membuahkan hasil positif. 

Airlangga menyoroti AS yang menyambut baik niat RI untuk terlibat secara konstruktif dalam dialog dagang. Bahkan, Indonesia disebut menjadi salah satu negara pertama yang memulai negosiasi ini.

Baca Juga: Soal Tuntutan Gibran Mundur dari Kursi Wapres, Wiranto Blak-blakan Prabowo Takut Warga RI Ikut Gaduh

"Tantangan yang dihadapi tentu karena Indonesia adalah satu dari lebih 70 negara, sehingga tentu bagi Indonesia adalah bagaimana kita menjadi perhatian pertama," terang Airlangga.

"Ini sudah berhasil kita capai dan schedule sudah dipersiapkan," tungkas Menko Perekonomian RI.***

Tags

Terkini