news

Telisik Konferensi PUIC yang Dihadiri Prabowo-Puan, Ruang Konsolidasi demi Perdamaian di Timur Tengah

Jumat, 16 Mei 2025 | 13:45 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam Konferensi PUIC, di Gedung DPR, Jakarta. (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)

NARASIDATA.COM - Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 atau Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tengah digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 12-15 Mei 2025.

Sebelumnya dalam konferensi PUIC pada 14 Mei 2025, tampak Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Ketua DPR RI, Puan Maharani hadir secara langsung.

Dalam kesempatan itu, Puan Maharani mengatakan negara-negara OKI dapat menjadi kekuatan peradaban dengan berperan sebagai pelopor perdamaian dunia dan tata dunia yang lebih baik.

Baca Juga: Menyoal Kasus Meme Mahasiswi ITB, Begini Kata Jokowi Mengenai Laporan ke Polisi

Terkait hal tersebut, kini Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menyoroti konflik yang kini tengah terjadi di Timur Tengah.

"Israel melakukan aksi-aksi di luar perikemanusiaan terhadap warga Palestina, namun tidak ada hukuman apapun terhadap Israel," tutur Said dalam pernyataan resminya, pada Kamis, 15 Mei 2025.

"Seharusnya dibawa ke meja hijau Mahkamah Internasional di Den Haag. Saya berharap Konferensi PUIC merekomendasikan tuntutan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional," tuturnya.

Baca Juga: Tanggapi Permasalahan Meme Mahasiswi ITB, Jokowi: Sudah Kebablasan, Kebangetan

Said menilai, Konferensi PUIC dapat mendorong negara anggota OKI dapat bersatu untuk menghentikan agresi militer Israel ke Palestina.

"Melalui konferensi PUIC, yang dipimpin Mbak Puan ini, kita berharap Indonesia bisa mendorong agar pemerintah negara-negara anggota OKI bisa bersatu," terangnya. 

"Menghentikan agresi militer Israel ke Palestina, dan memulihkan kembali peradaban yang damai di Palestina," sambung Said.

Baca Juga: Selain Pendidikan Karakter di Barak TNI ala Dedi Mulyadi, Kini Siswa Jabar Dilarang Bawa HP ke Sekolah

Ketua Banggar DPR itu menuturkan, salah satu masalah yang kerap terjadi di negara Muslim, adalah ketersediaan ruang partisipasi bagi perempuan. 

Said menyoroti hal tersebut berbeda di Indonesia, yang disebut telah mewujudkannya, antara lain melalui kepemimpinan perempuan dalam parlemen, yang juga menjadi bagian parlemen global.

Halaman:

Tags

Terkini