news

Tepis Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Semasa Sekolah, Bareskrim: Lulusan SMA 6 Surakarta Tahun 1980

Jumat, 23 Mei 2025 | 14:25 WIB
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau dikenal dengan nama Jokowi. (Instagram.com/@jokowi)

NARASIDATA.COM - Sebagian publik Tanah Air sedang hangat membicarakan tentang keaslian ijazah milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, terkhusus semasa dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Terkini, Bareskrim Polri memastikan Jokowi adalah benar lulusan atau alumni dari SMA 6 Surakarta. 

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro mengklaim, keaslian ijazah SMA milik ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka itu berdasarkan uji laboratorium.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Diminta Kirim Andre Onana ke Barak TNI usai MU Keok Lawan Spurs di Final Liga Europa 2025

"Penyelidik menemukan fakta Bapak Ir Joko Widodo adalah benar lulusan SMA 6 Surakarta yang juga merupakan SMPP Surakarta pada tahun 1980," ungkap Rahardjo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 22 Mei 2025.

Rahardjo kemudian mengatakan hal ini dibuktikan dengan ijazah yang diserahkan Jokowi. Ijazah itu sudah diuji di laboratorium.

"Melalui bukti, satu, adanya asli surat tanda tamat belajar nomor 26916 atas nama Joko Widodo yang telah diuji secara laboratorium berikut sampel pembanding dari tiga rekan pada masa bersekolah di SMA 6 Surakarta," terangnya.

Baca Juga: Sarankan Pakai Produk Lokal, DPR Minta BGN Hentikan Impor Tempat Makan MBG dari China

Dirtipidum Bareskrim Polri itu menjelaskan, keaslian ijazah SMA Jokowi itu juga dilihat dari bahan kertas hingga teknik pencetakan ijazah. 

Rahardjo memastikan ijazah Jokowi sama dengan bukti pembanding yang sebelumnya dikumpulkan oleh tim penyidik Bareskrim Polri.

"Meliputi bahan kertas, pengaman kertas, teknik cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, dan tinta tanda tangan milik Dekan dan Rektor," sebutnya.

Baca Juga: Penjelasan Kejagung Terkait Penangkapan Bos Sritex, Diduga Lakukan Korupsi Penyaluran Kredit Bank Hampir Rp3,6 T

"Dan penelitian tersebut maka antara bukti dan pembanding identik berasal dari satu produk yang sama," tukas Rahardjo.***

Tags

Terkini