news

Heboh Hakim Terkemuka Dibunuh saat Berangkat Kerja, Imbas Tak Ada Pengawalan Ketat

Kamis, 29 Mei 2025 | 07:20 WIB
Ilustrasi sebuah palu hakim. (Unsplash.com/Tingey Injury Law Firm)

NARASIDATA.COM - Seorang hakim pengadilan pidana di kawasan Kota Shiraz, Provinsi Fars, Iran, bernama Ehsan Bagheri tewas dibunuh orang tak dikenal saat berangkat kerja, pada Selasa, 27 Mei 2025, pagi waktu setempat.

Kantor berita yang dikelola otoritas kehakiman Iran, Mizan Online menyebut pelaku pembunuhan Ehsan Bahgeri diyakini terdiri atas dua orang, dan berhasil kabur usai menjalankan aksinya.

"Pagi ini, dua orang menyerang dan membunuh hakim Ehsan Bagheri, kepala Pengadilan Pidana 2 Cabang 102 di Shiraz, saat dia sedang dalam perjalanan ke kantor," ungkap Mizan Online sebagaimana dilansir dari channelstv.com, pada Selasa, 24 Mei 2025.

Baca Juga: Jelang ke RI, Presiden Macron Tetiba Viral di Medsos usai Diduga Cekcok dengan Istrinya

Terkait kronologi pembunuhan, otoritas kehakiman Iran menyebut pembunuhan ini sebagai 'aksi teroris'.

"Sangat disayangkan, sebagai akibat dari aksi teroris ini, dia (Ehsan Bagheri) menjadi korban," sebut Mizan Online dalam laporannya.

Di sisi lain, beredar pula dugaan Ehsan Bagheri tewas ditikam saat dalam perjalanan ke kantornya.

Baca Juga: Curhat Pernyataannya soal Gaji hingga Obesitas Bikin Gaduh di Medsos, Menkes Budi: Padahal Niatnya Baik

Terkait kasus yang menewaskan hakim berusia 38 tahun itu, sejumlah otoritas Pengadilan Revolusioner Iran menyayangkan terkait tidak adanya pengawasan ketat terhadap hakim terkemuka itu.

Menyikapi insiden tersebut, Kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei diketahui telah memerintahkan penyelidikan khusus atas pembunuhan hakim Bagheri.

Berdasarkan laporan yang beredar, Ehsan Bagheri memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam peradilan dan merupakan warga asli Provinsi Fars, yang ibu kotanya, Shiraz, terletak sekitar 900 kilometer sebelah selatan Teheran.

Baca Juga: Soal Menko Airlangga Ungkap Rencana Diskon Tarif Listrik, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mengaku Tak Tahu

Ia terakhir bertugas sebagai jaksa dan penyidik di Pengadilan Revolusioner Iran di beberapa kota, termasuk Shiraz, sebelum ditunjuk untuk memimpin Pengadilan Pidana Cabang 102. 

Pengadilan Revolusioner Iran itu biasa menangani kasus-kasus keamanan dan penyelundupan narkoba.***

Tags

Terkini