“Pergerakan jemaah pejalan kaki berdampak pada kemacetan di jalur utama shuttle bus,” tambah Hilman.
Ia juga mengungkapkan bahwa PPIH Arab Saudi untuk menenangkan para jemaah.
“PPIH menerima permintaan dari Kemenhaj dan syarikah untuk menenangkan jemaah dan menghentikan arus jalan kaki, namun sudah tidak dapat dikendalikan,” imbuhnya.
Baca Juga: Prabowo Undang Pemain Timnas Indonesia Makan Siang ke Rumah Pribadinya Usai Berhasil Kalahkan China
Dari penuturan Hilman, terungkap bahwa PPIH Arab Saudi menjalin koordinasi darurat dengan Kementerian Haji Saudi untuk segera melakukan intervensi dan mempercepat arus bus ke Muzdalifah.
PPIH juga meminta bantuan logistik dan proteksi jemaah kepada otoritas dan mitra Arab Saudi.
“Alhamdulillah pada pukul 08.50 WAS, empat kontainer bantuan datang di lokasi jemaah haji Indonesia di Muzdalifah,” kata Hilman.
Bantuan logistik yang datang untuk jemaah haji Indonesia di antaranya air minum, makanan ringan, dan payung atau pelindung panas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Saudi yang sangat responsif memberikan dukungan dalam mengatasi situasi dan dinamika di lapangan,” ujarnya.
“Sebagai penanggung jawab Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan jemaah,” pungkasnya.***