news

4 Fakta Terkini Skandal Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook Rp9,9 Triliun era Nadiem Makarim

Kamis, 12 Juni 2025 | 14:52 WIB
Eks Mendikbudristek RI, Nadiem Makarim. (Instagram.com/@nadiem_makariem)

Mantan Bos platform Gojek itu menyebut lebih dari satu juta laptop, modem, dan proyektor disalurkan ke puluhan ribu sekolah dalam kurun empat tahun.

"Kemendikbudristek mengadakan 1,1 juta unit laptop beserta modem 3G dan proyektor untuk lebih dari 77.000 sekolah," jelas Nadiem.

  1. Libatkan Kejaksaan Sejak Awal

Baca Juga: Jelang AFF U-19 Women’s 2025, PSSI Tunjuk Akira Higashiyama Latih Timnas Putri Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Eks Mendikbudristek mengaku telah menggandeng Kejaksaan Agung sejak tahap awal. Hal itu, lanjut Nadiem, untuk menghindari pelanggaran dalam proses pengadaan.

"Kami melibatkan Jaksa Agung Muda Bidang Tata Usaha Negara (Jamdatun) agar proses pengadaan berjalan aman dan sesuai aturan," tuturnya.

Nadiem juga menyatakan proses pengadaan dilakukan melalui e-katalog LKPP demi transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga: Sambutan Merah Putih di Negeri Sakura: Kedatangan Timnas Indonesia Disambut Meriah oleh Suporter

"Pengadaan dilakukan lewat sistem e-katalog untuk meminimalkan konflik kepentingan," terangnya.

  1. Alasan Pengadaan Chromebook

Setelah mencuat dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Nadiem menyebut laptop itu dipilih karena menawarkan spesifikasi baik dengan harga lebih rendah dibanding laptop lainnya. 

Baca Juga: Unggah Penampilan Baru, Ivan Gunawan Ungkap Rasa Syukur Selesaikan Rangkaian Ibadah Haji: Terima Kasih Ya Allah

Nadiem juga sempat membeberkan, fitur keamanannya juga dianggap cocok untuk lingkungan pendidikan.

"Chromebook lebih murah hingga 30 persen dan memiliki kontrol aplikasi yang melindungi siswa dari pornografi, judi online, dan gim," sebutnya.

Pria berusia 40 tahun itu kemudian menyebut, fitur keamanan ini bisa dimanfaatkan tanpa biaya tambahan dari negara.

Baca Juga: Bukan PT GAG Nikel yang Merusak Raja Ampat, Menteri Lingkungan Hidup Sebut Dua Perusahaan Lain yang Lakukan Pelanggaran dan Pencemaran

"Ini bisa mencegah akses ke konten negatif tanpa biaya tambahan lagi," jelas Nadiem.***

Halaman:

Tags

Terkini