news

Setelah Klaim 60 Hari Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Kini Bersumpah Tuk Lenyapkan Hamas

Jumat, 4 Juli 2025 | 13:07 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Instagram.com/@b.netanyahu)

NARASIDATA.COM - Belum selesai publik internasional menerima klaim soal rencana gencatan senjata selama 60 hari di Gaza, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu kini menyatakan pihaknya akan meleyapkan kelompok militan Palestina, Hamas.

Dilansir dari AP News pada Kamis, 3 Juli 2025, Netanyahu bersumpah untuk melenyapkan Hamas, senyara menyebut pihaknya sedang membahas proposal baru dari mediator untuk gencatan senjata di Gaza.

"Kami akan membebaskan semua sandera kami, dan kami akan melenyapkan Hamas. Hamas tidak akan ada lagi," ujarnya dalam komentar yang direkam di kota Ashkelon dekat perbatasan utara Gaza.

Baca Juga: Mantan Personel Mahadewi Cerita Sisi Lain Maia Estianty, Bicara Sifat hingga Kepribadian

Pemimpin Israel itu belum mengomentari terkait klaim  Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyebut Israel telah mendukung rencana gencatan senjata 60 hari di Gaza. 

Kendati demikian, seminggu menjelang rencana pertemuan dengan Trump di Washington pada Rabu 2 Juli 2025 waktu setempat, Netanyahu bertekad untuk 'menghancurkan' Hamas sampai ke akar-akarnya.

Di sisi lain, Trump mendesak Hamas untuk menerima gencatan senjata selama 60 hari, dengan mengatakan bahwa Israel telah setuju untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Jenazah Mahasiswi UNS yang Terjun ke Sungai Bengawan Solo Ditemukan 3,3 Km dari Lokasi Kejadian

Sebelumnya diketahui, hampir 21 bulan perang telah menciptakan kondisi kemanusiaan yang mengerikan bagi lebih dari dua juta orang di Jalur Gaza, terlebih, Israel baru-baru ini memperluas operasi militernya.

Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 47 orang pada Rabu, 3 Juli 2025.

Dilaporkan Al Jazeera pada Kamis, 3 Juli 2025, korban yang tewas akibat serangan Israel terkini adalah Marwan Al-Sultan, direktur Rumah Sakit Indonesia, sebuah klinik utama di utara Gaza.***

Tags

Terkini