news

Mensos Ungkap Temuan 571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi untuk Judol, Langsung Evaluasi Setelah Kantongi Izin Presiden

Rabu, 9 Juli 2025 | 14:00 WIB
Foto ilustrasi uang rupiah pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 - Dana bansos dari Kemensos diduga digunakan untuk judol. (Unsplash/Mufid Majnun)

NARASIDATA.COM - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan ada dugaan penerima bantuan sosial (bansos ) menggunakan uangnya untuk melakukan judi online (judol).

Mensos yang kerap dipanggil Gus Ipul menyatakan bahwa akan dilakukan evaluasi terhadap penerima bansos.

“Dari pemeriksaan PPATK itu dideteksi ada 571 ribu penerima bansos yang ditengarai digunakan untuk judol,” kata Gus Ipul kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin, 7 Juli 2025.

Baca Juga: Siap-Siap Kangen! Hoshi dan Woozi SEVENTEEN Dikabarkan Bakal Wamil

“Kemudian untuk memenuhi harapan Presiden agar bansos tepat sasaran, maka kita perlu melihat situasi dan kondisi penerima bansos,” imbuhnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa ada masyarakat yang sudah menerima bansos selama 10 hingga 15 tahun.

Oleh karena itu, menurutnya perlu ada evaluasi lebih lanjut terkait penerima bansos.

Baca Juga: Soal Laporan 212 Merek Beras Nakal Tak Sesuai Standar, Mentan: 10 Perusahaan Terbesar Sudah Diperiksa Satgas Pangan

“Kita ingin tahu profil penerima bansos, salah satunya melalui rekening-rekening yang pernah menerima bansos dari Kementerian Sosial,” terangnya.

Gus Ipul juga menyatakan bahwa perlu koordinasi dengan PPATK untuk mengetahui penggunaan dana bansos digunakan dengan seharusnya atau tidak.

“Kami izin pada Presiden, Presiden mengizinkan kita koordinasi dengan PPATK, maka seluruh rekening penerima bansos dari Kementerian Sosial semuanya kami serahkan kepada PPATK,” jelasnya.

Baca Juga: Mentan Tegas Wanti-wanti Pengusaha Beras Nakal, Ingatkan Satgas Pangan Bakal Pantau Sampai Daerah

“Kami masukkan 28 juta rekening keluarga penerima manfaat, dideteksi ada 571 ribu penerima bansos ditengarai untuk judol,” tambahnya.

Semua data yang sudah terkumpul dari PPATK, untuk selanjutnya menurut Gus Ipul akan dianalisis dan dievaluasi lebih lanjut.***

Tags

Terkini