news

Asmaul Husna hingga Filosofi Sunda, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Logo Baru RSUD Welas Asih

Kamis, 10 Juli 2025 | 10:06 WIB
Momen Dedi Mulyadi saat menjelaskan makna filosofis logo baru RSUD Welas Asih. (Instagram/dedimulyadi71)

NARASIDATA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat suara terkait polemik logo RSUD Welas Asih yang sempat menuai kritik publik. 

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 9 Juli 2025, Dedi menjelaskan filosofi di balik simbol-simbol pada lambang rumah sakit itu.

Diketahui, perubahan nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih resmi dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat tertanggal 19 Juni 2025. 

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan Rombongan Bus Warga Surabaya di Tol Malang–Gempol, Sejumlah Penumpang Terluka

Nama baru tersebut diharapkan menjadi representasi semangat pelayanan kesehatan yang penuh kasih kepada masyarakat Jawa Barat.

Dalam kunjungannya ke RSUD Welas Asih, Dedi Mulyadi menjelaskan satu per satu unsur visual dalam logo yang sebelumnya sempat memancing perdebatan. 

Ia memulai dengan menjelaskan keberadaan tiga titik di sisi kiri dan kanan logo.

Baca Juga: Menimbang Untung-Rugi Penggunaan Mobil Hybrid: Irit Bahan Bakar vs Kompromi Harga

“Lambang hujan, titik nol tiga ini adalah iman, Islam, ihsan,” ujar Dedi sambil menunjuk simbol yang dimaksud, Rabu 9 Juli 2025. 

Selain itu, Dedi juga membingkai aksen tiga titik tersebut sebagai filosofi Sunda, yaitu Tri Tangtu di Buana, yang mengajarkan harmoni antara manusia dan alam.

“Ini titik lambangnya, Tri Tangtu di Buana, Gunung kudu awian, lengkob kudu balungan, lebak kudu sawah,” ungkapnya.

Baca Juga: Viral Aksi Klitih Berdarah di Jalur Piyungan–Prambanan: Polda Jogja Gerak Cepat Buru Pelaku

Selanjutnya, ia menjelaskan lima titik lain yang berada di bagian tengah logo, yang disebutnya sebagai representasi dari siklus hidup manusia.

“Ini titik lima, siklus kehidupan. Ada juga anca waluya: cager, bager, bener, pinter, singer,” papar Dedi.

Halaman:

Tags

Terkini