news

Wakasau Kenang Sosok Humanis Marsma Fajar Adriyanto: Ceria, Ramah, dan Pembina Olahraga Dirgantara

Senin, 4 Agustus 2025 | 19:10 WIB
Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau), Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi kenang sosok Marsma Fajar Adriyanto. (mediabhayangkara.co.id)

NARASIDATA.COM - TNI Angkatan Udara berduka atas kepergian salah satu putra terbaiknya, Marsma TNI Fajar Adriyanto. 

Mantan Kadispen AU Marsma TNI Fajar Adriyanto sendiri telah gugur dalam kecelakaan pesawat latih di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat. 

Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi hadir ke rumah duka di Komplek TNI AU, Pancoran, Jakarta Selatan, untuk menyampaikan penghormatan terakhir.

Baca Juga: Kevin Diks Torehkan Gol Pertama Bareng Moenchengladbach, Kado Manis di Perayaan 125 Tahun Klub

Dalam kesaksiannya, Marsekal Tedi menggambarkan sosok Almarhum sebagai pribadi yang penuh semangat dan selalu menebarkan keceriaan. 

“Beliau orangnya ceria, tidak pernah ada beban, dan baik, ramah kepada semua orang. Kami sangat kehilangan sosok beliau," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Minggu 3 Agustus 2025.

Marsma Fajar bukan hanya dikenal sebagai mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, tapi juga sebagai penerbang pesawat tempur F-16 yang berprestasi dan aktif membina komunitas olahraga dirgantara di bawah naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Baca Juga: Erika Carlina Bagikan Momen Haru Kelahiran Baby Andrew, Paras Wajahnya Curi Perhatian Warganet

“Beliau sangat aktif membina rekan-rekan yang hobi di olahraga dirgantara dalam naungan FASI," kata Tedi.

Tedi juga menyampaikan bahwa kepergian Marsma Fajar telah meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar dunia kedirgantaraan Indonesia.

“Kita sangat kehilangan atas meninggalnya Almarhum," tuturnya.

Baca Juga: Tak Ingin Terlena Popularitas, Justin Hubner Fokus Buktikan Diri di Eredivisie Bersama Fortuna Sittard

Marsma TNI Fajar Adriyanto dikenang sebagai teladan yang menjunjung tinggi profesionalisme dan kehangatan dalam membina hubungan antarsesama di lingkungan militer maupun masyarakat umum. 

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia kedirgantaraan nasional.***

Tags

Terkini