NARASIDATA.COM - Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Serikat Buruh Independen (SBI) PT. Pou Yuen Indonesia (PYI) menegaskan bahwa buruh bukan hanya sekadar pekerja pabrik yang menggerakkan roda industri, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Hal itu dibuktikan melalui kegiatan pembagian sembako kepada para pekerja yang tergabung menjadi anggota SBI sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas.
Ketua SBI PT. Pou Yuen Indonesia, Anto Muhardianto, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara bendera dan seremonial belaka.
Baca Juga: Mengintip Periode Newborn Baby, Ini 4 Hal yang Perlu Dicermati: Termasuk Perubahan Emosi sang Ibu
“Semangat itu harus diterjemahkan ke dalam tindakan konkret: saling peduli, saling menopang, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” ujar Anto Muhardianto.
Bagi SBI, membagi sembako bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi sebuah simbol bahwa buruh punya peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan: gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial.
Serikat Buruh Independen (SBI) PT. Pou Yuen Indonesia (PYI) berdiri tegak untuk menyuarakan bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa dirasakan apabila keadilan dan kesejahteraan hadir di tengah rakyat.
Baca Juga: Rahasia Cegah Lemak Tersembunyi di Perut Lewat Kebiasaan Rutin Konsumsi 8 Makanan Padat Nutrisi Ini
“Buruh tidak boleh dipandang sebelah mata. Kami adalah bagian dari bangsa ini yang siap berdiri di garda terdepan, baik di pabrik maupun di tengah masyarakat, untuk memperjuangkan nilai kemanusiaan dan kesejahteraan bersama,” lanjut Anto Muhardianto.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat luas, untuk tidak menutup mata terhadap kenyataan bahwa masih banyak rakyat kecil yang hidup dalam kesulitan.
“Jangan biarkan perayaan kemerdekaan hanya jadi pesta elite. Semangat 80 tahun Indonesia merdeka harus kembali pada hakikatnya: Indonesia merdeka untuk seluruh rakyat, bukan hanya segelintir kelompok,” tegas Anto Muhardianto.