NARASIDATA.COM - Hilangnya motor staf Sekretariat DPRD (Setwan) di area parkiran Pendopo Cianjur dengan dugaan CCTV mati adalah bukti nyata bobroknya sistem pengamanan di pusat pemerintahan.
Jika jantung pemerintahan saja bisa kecolongan, bagaimana nasib keamanan masyarakat?
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi wibawa institusi pemerintah daerah.
Baca Juga: Bahlil: 2026 Beli Gas LPG 3 Kg Pakai NIK
Bagaimana mungkin sebuah kawasan yang disebut sebagai jantung pemerintahan, yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan terpantau, justru kecolongan kasus kriminal sesederhana pencurian kendaraan bermotor?
Lebih ironis lagi, beredar dugaan bahwa CCTV di lokasi tersebut dalam kondisi tidak berfungsi.
Jika benar demikian, ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk nyata lemahnya pengelolaan keamanan di pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur.
“Bagaimana bisa fasilitas vital sekelas Pendopo tidak dijaga dengan standar keamanan yang layak? Apakah keselamatan aset negara dan masyarakat hanya dianggap sepele?” tegas Hendra Malik, aktivis Cianjur
Menurutnya, kejadian ini bukan hanya soal sebuah motor yang hilang, melainkan bukti gagalnya sistem pengamanan dan tata kelola fasilitas pemerintahan.
Aparat keamanan daerah dan pihak terkait harus bertanggung jawab penuh. Jika benar CCTV mati, itu memperlihatkan ketidakseriusan dalam menjaga aset negara sekaligus kelalaian fatal yang tidak bisa ditolerir.
Hendra Malik juga mendesak agar aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini, serta meminta Bupati dan Sekretaris Daerah turun tangan mengevaluasi total sistem pengamanan Pendopo Cianjur.
“Jangan sampai kejadian ini menjadi preseden buruk, di mana kantor pemerintah justru menjadi lokasi paling rawan kehilangan,” pungkasnya.