Menurut penuturannya, tersangka sempat menunggu korban selama satu jam di depan pintu.
Setelah itu, pintu kos akhirnya dibuka oleh TAS. Alvi mengklaim korban sempat mengumpat ke padanya.
"(Korban) bilang 'tidak tau malu'. Terus dia naik ke atas," ucap tersangka dalam kesempatan yang sama.
Kemudian, dalam rekonstruksi ini, Alvi menghabisi nyawa dan memutilasi korban di dalam kamar mandi kos.
Saat ditanya petugas, Alvi diduga memotong tubuh korban selama 2 jam non-stop.
"Selama 2 jam (memutilasi korban)?," tanya penyidik.
Baca Juga: Tak Hanya Sekali, Menkeu Purbaya Ternyata Sering Kenakan Outfit Andalan di Berbagai Kesempatan
"Iya," jawab Alvi membenarkan dugaan tersebut.
- Rencana Liburan Berakhir Tragis
Dalam kesempatan yang sama, Alvi juga menyebut beberapa hari sebelum kejadian, korban sempat meminta kepadanya untuk berlibur ke Pacet, Mojokerto.
Kendati demikian, hal itu diakui baru diturutinya saat TAS sudah tak bernyawa. Potongan tubuh kekasihnya itu bahkan dibuangnya di tempat yang menjadi rencana vakansi tersebut.
"Sebelumnya korban pernah minta diajak ke Pacet atau tidak?," tanya petugas dalam rekonstruksi perkara.
"Pernah, sebulan sampai tiga minggu sebelumnya (kejadian mutilasi). Saya juga rencana mau mengajak adik saya (ke Pacet)," jawab Alvi.
Baca Juga: 3 Poin Target Menkeu Purbaya untuk Jalankan Roda Ekonomi RI: PDB Tumbuh, Pajak Moncer