news

Pemerintah Bagi 330 Ribu Smart TV ke Sekolah, KSP Soroti Pemerataan Akses dan Mutu Guru

Senin, 22 September 2025 | 09:10 WIB
Pemerintah tengah menyiapkan program digitalisasi pendidikan dengan membagikan smart TV ke sekolah. (fahum.umsu.ac.id)

NARASIDATA.COM - Rencana program digitalisasi pendidikan melalui pembagian smart TV kini tengah menjadi perhatian publik. 

Program ini pun telah disiapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan membagikan 330 ribu unit smart board atau smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. 

Program ini digadang-gadang menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pembelajaran digital, khususnya bagi sekolah yang berada di daerah terpencil.

Baca Juga: Ultimatum Menkeu Purbaya pada BGN soal Serapan MBG, Salah Satu Program Prioritas Presiden Prabowo

Program Digitalisasi Pendidikan Nasional

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyatakan, smart TV itu akan dibagikan ke 330 ribu sekolah dari total sekitar 450 ribu sekolah yang ada di Indonesia. 

Jumlah tersebut setara dengan 73 persen dari total sekolah di seluruh negeri.

Baca Juga: Cukai Rokok Jadi Sorotan Menkeu Purbaya, dari Kebijakan hingga Janji Lindungi Pasarnya: Nggak Fair Narik Pajak Triliunan Tanpa Dilindungi

“Program yang terbaru adalah program Pak Prabowo untuk menyediakan smart TV, layar smart itu di 330.000 sekolah masing-masing di Indonesia,” kata Qodari dalam di Jakarta, Sabtu 20 September 2025.

Menurut Qodari, langkah ini merupakan wujud keberpihakan Presiden Prabowo di bidang pendidikan. 

Smart TV berfungsi mendukung sistem pembelajaran jarak jauh agar kualitas materi ajar bisa merata di seluruh penjuru Indonesia.

Baca Juga: Dony Oskaria Jadi Plt Menteri BUMN, Data LHKPN KPK Ungkap Punya Tanah di Jaksel dan Padang hingga Rp19,8 Miliar

“Supaya sekolah-sekolah yang letaknya jauh dari Jakarta, jauh dari pusat, bisa tetap mendapatkan materi-materi pengajaran yang berkualitas oleh guru yang berkualitas. Sedemikian tekad Pak Prabowo untuk anak-anak Indonesia,” jelasnya.

Qodari menyebutkan bahwa tahun pertama masa jabatan, Presiden telah menargetkan sebagian besar sekolah sudah bisa mengakses sistem pembelajaran digital ini.

Halaman:

Tags

Terkini