NARASIDATA.COM - Pagi itu, halaman Puskesmas Lubuk Buaya di Kota Padang tampak berbeda. Di antara tenda dan meja pemeriksaan, puluhan dokter berseragam putih sibuk melayani para lansia yang datang satu per satu dengan senyum ramah, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Mereka bukan tenaga medis biasa, melainkan para dokter spesialis yang juga mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) yang turun langsung ke tengah masyarakat.
Pemeriksaan dan penyuluhan dilakukan narasumber dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis onkologi, dokter spesialis geriatri dan dokter spesialis paru.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kosmetik, Ini Pentingnya Pelembap Wajah untuk Kesehatan Kulit
Para peserta program pengabdian ini merupakan mahasiswa program doktor ilmu biomedis dari berbagai rumpun ilmu baik kesehatan akademik dan profesi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti sekitar 150 warga lanjut usia, yang mendapatkan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan secara gratis.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik, tapi wujud nyata kepedulian kami. Para mahasiswa doktoral yang juga dokter spesialis dapat langsung menerapkan ilmunya untuk membantu masyarakat,” ujar Guru Besar FK Unand, Prof. Dr. dr. Aisyah Elliyanti, SpKN-TM (K), M.Kes, Senin, 27 Oktober 2025.
Acara berlangsung pada Sabtu (25/10) di halaman Puskesmas Lubuk Buaya dan dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas drg. Alfera. Dari total sekitar 400 lansia di wilayah tersebut, sebagian besar mengikuti layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan di posko pengabdian itu.
Suasana penuh keakraban terasa ketika para dokter spesialis berdialog dengan para lansia. Beberapa di antaranya tampak haru karena baru kali ini mendapat perhatian medis secara menyeluruh.
“Para lansia sangat antusias. Banyak yang datang lebih awal karena ingin tahu bagaimana kondisi kesehatannya,” kata Prof. Aisyah.
Menurut Prof. Aisyah, kegiatan seperti ini akan terus dilanjutkan di wilayah lain sebagai bentuk tanggung jawab sosial kampus.
“Kami ingin ilmu kedokteran tidak berhenti di laboratorium. Pengabdian ini menjadi cara kami mengembalikan ilmu kepada masyarakat,” ujarnya. **