news

Dari Warga untuk Warga, PT SEML Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana

Rabu, 17 Desember 2025 | 09:12 WIB
Dari Warga untuk Warga, PT SEML Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana

NARASIDATA.COM – Hujan deras yang kerap turun di Kecamatan Pauh Duo tak jarang memicu banjir dan longsor. Bagi warga, bencana bukan sekadar cerita musiman, melainkan ancaman nyata yang bisa datang kapan saja. 

Dari kesadaran itulah, PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) bersama BPBD Kabupaten Solok Selatan menyiapkan Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di dua nagari sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sebanyak 30 warga Nagari Alam Pauh Duo dan Nagari Pauh Duo Nan Batigo kini tak lagi hanya menjadi penonton ketika bencana terjadi. Mereka dipersiapkan menjadi relawan terlatih yang siap bergerak, menolong, dan melindungi sesama warga saat situasi darurat.

Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Satreskrim Polres Solok Selatan: Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Galodo

Pelatihan Destana yang dipusatkan di Gelora Energy Pekonina itu resmi dimulai pada Selasa, 16 Desember 2025, dan akan berlangsung selama enam harI hingga 21 Desember 2025. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Novi Hendrix.

Dalam sambutannya, Novi Hendrix menekankan bahwa relawan berbasis nagari memiliki peran krusial karena merekalah yang pertama kali berada di lokasi ketika bencana terjadi.

“Warga adalah orang yang paling tahu kondisi lingkungannya. Ketika mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan kebencanaan, maka kecepatan dan ketepatan penanganan akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas warga ini datang dari PT Supreme Energy Muara Laboh. Relations Superintendent PT SEML, Drs. Bujang Joan M.Ds Dt Maninjun, menyampaikan bahwa pembentukan relawan Destana merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan masyarakat sekitar.

“Relawan ini bukan hanya dilatih untuk menghadapi bencana, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan kepedulian. Harapannya, masyarakat semakin siap dan tidak panik ketika bencana datang,” katanya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) PT SEML Tahun 2025, yang dilatarbelakangi oleh kondisi Kabupaten Solok Selatan yang rawan banjir dan longsor.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Aribel, menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan pembekalan langsung dari dua narasumber bersertifikat Yayasan Bumi Ceria Padang, melalui materi teori, simulasi, hingga praktik lapangan.

“Peserta juga kami fasilitasi dengan uang saku, seragam relawan, dan konsumsi selama pelatihan. Semua ditanggung oleh PT SEML,” jelasnya.

Bagi para peserta, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menjadi bekal untuk menjaga kampung halaman, melindungi keluarga, dan saling menguatkan saat bencana datang. Dari nagari, oleh warga, untuk keselamatan bersama. **

 

 

Tags

Terkini