news

Mentawai Sangat Bangga Rombongan Petinggi ITB Jemput Joshua ke Dusun Mapaddegat

Rabu, 24 Juni 2026 | 22:00 WIB
Pemkab Mentawai Bangga Rombongan Petinggi ITB Jemput Joshua ke Dusun Mapaddegat

 

NARASIDATA.COM – Perjalanan menuju rumah Joshua First Brilianson Sababalat tidaklah singkat. Rombongan Institut Teknologi Bandung (ITB) harus menyeberangi laut selama sekitar empat jam dari Padang menuju Kepulauan Mentawai, lalu melanjutkan perjalanan darat hingga tiba di Dusun Mapaddegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Rabu (24/6/2026). Namun perjalanan panjang itu terasa sepadan untuk menemui seorang anak kampung yang berhasil menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Joshua, putra pasangan Janius Sababalat dan Mertina, menjadi kebanggaan baru masyarakat Mentawai setelah dinyatakan lulus seleksi masuk ITB melalui jalur prestasi pada Program Studi Astronomi. Prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama keluarga, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai putra Mentawai pertama yang diterima di ITB melalui jalur prestasi.

Kedatangan jajaran pimpinan ITB ke rumah sederhana Joshua pun menghadirkan suasana haru. Sang ibu tampak bangga dan kedua pelupuk matanya meneteskan air mata menerima tamu istimewa yang datang khusus untuk memberikan apresiasi kepada putranya.  Joshua sendiri mengaku tidak menyangka perjuangannya selama ini mendapat perhatian langsung dari kampus impiannya.

Berbeda dari biasanya, kunjungan tim ITB lebih 'gemuk' dari segi jumlah petinggi dan jajaran yang datang untuk menjemput mahasiswa pada umumnya. Penjemputan Joshua agak istimewa, para pejabat dan petinggi ITB berbondong-bondong datang.

Selain itu, jika biasanya penjemputan hanya disambut oleh pihak keluarga mahasiswa. Kali ini,suasana penyambutan juga lebih antusias. Seluruh Kepala OPD dan jajaran nyaris hadir dalam suasana haru tersebut. Sekdakab Mentawai ditunjuk oleh Bupati untuk mewakili penyambutan karena Bupati Mentawai sedang ada kegiatan.

Rombongan ITB dipimpin Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) Prof. Dr.-Ing. Ir. Zulfiadi, ST., MT., IPU yang mewakili Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.. Turut hadir Pegiat Pariwisata, Nofrins Napilus, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D, Kasubdit Humas dan Publikasi D.Sc.(Tech.) Ir. Imam Santoso, S.T, M.Phil serta sejumlah civitas akademika ITB. Kehadiran mereka juga disambut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dalam kesempatan itu, Zulfiadi menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Rektor ITB kepada Joshua. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena rektor berhalangan hadir akibat agenda mendadak. Padahal, dua bulan sebelumnya Rektor telah membuat agenda untuk bisa langsung hadir ditengah Joshua. Tapi, karena urgensi pekerjaan akhirnya Rektor harus mengurungkan niatnya itu dan diwakilkan oleh para petinggi dan pejabat utama.

Menurutnya, keberhasilan Joshua menjadi bukti bahwa kesempatan meraih pendidikan tinggi terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang asal daerah.

"ITB adalah milik seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada. Asalkan rajin dan bersungguh-sungguh, cita-cita dapat diwujudkan," ujar Zulfiadi memberi motivasi.

Sekretaris Daerah Kepulauan Mentawai Martinus menyebut keberhasilan Joshua sebagai pencapaian yang membanggakan. Ia mengatakan Joshua merupakan putra Mentawai kedua yang diterima di ITB, namun menjadi yang pertama lolos melalui jalur prestasi. Pemerintah daerah juga mengapresiasi dukungan ParagonCorp yang memberikan beasiswa pendidikan selama empat tahun penuh.

Hal senada disampaikan Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana. Ia menilai keberhasilan Joshua menjadi inspirasi bagi generasi muda Mentawai bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, prestasi ini menjadi momentum penting untuk mendorong semangat belajar anak-anak di daerah kepulauan.

Dukungan terhadap perjalanan pendidikan Joshua juga datang dari ParagonCorp. Melalui perwakilan CSR, Annisa Kisam, perusahaan tersebut menyatakan komitmennya memberikan beasiswa kuliah hingga lulus serta pendampingan selama masa studi agar Joshua dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan meraih kesuksesan.

Sementara itu, Joshua mengaku terharu atas perhatian yang diberikan ITB, pemerintah daerah, dan berbagai pihak. Alumni SMAN 2 Sipora itu bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin untuk mewujudkan cita-citanya menjadi ahli astronomi.

"Saya akan berusaha maksimal untuk meraih cita-cita dan suatu saat bisa berkontribusi membangun Mentawai," ujarnya. Dekan FMIPA, Aep Patah secara resmi juga memakaikan rompi kebesaran fakultas dan memberikan laptop untuk Joshua. 

Halaman:

Tags

Terkini