Akhirnya muncul pertanyaan di benaknya, apakah memang tidak ada anggaran untuk sosialisasi tersebut.
"Atau memang tadi, kami (buruh) dianggap tidak penting atau dianggap tidak ada oleh KPUD Cianjur," katanya.
Ia lantas menyebut bahwa buruh juga bagian dari masyarakat Cianjur yang memiliki hak suara dan punya hak pilih dalam kontestasi pemilu serentak tahun 2024.
"Bagaimana tingkat partisipasi pemilih mau meningkat naik, toh kelompok kami saja buruh/pekerja industri kabupaten cianjur tidak tersentuh sosialisasi dari KPU Cianjur," ucapnya menutup pernyataan.***