news

Menilik Gaya ‘Putra Mulyono’ Melawan Kritik dengan Cara Unik, Antara Gak Baperan atau Anti Kritikan

Rabu, 25 September 2024 | 20:45 WIB
Potret Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. (Dokumen Istimewa)

NARASIDATA.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, melakukan blusukan ke Kampung Barat, Tangerang, dengan memakai rompi bertuliskan 'Putra Mulyono'.

Mulanya, Kaesang datang untuk berbagi buku dan susu kepada warga setempat, ditemani calon wakil gubernur (Cawagub) Kabupaten Tangerang 2024, Larry Yustira.

Namun, warga menyambut lawatan putra Presiden RI Jokowi itu dengan ramai berebut agar dapat berswafoto dengannya.

Hal ini tidak terlepas dari rompi Kaesang, yang menarik perhatian publik.

Baca Juga: Mantan Menteri Korupsi Bikin Heboh Warga Satu Negara, Bukti Ganasnya 'Whistleblowing' di Singapura

Tampak tulisan 'Putra Mulyono' berada di bagian belakang rompi Kaesang, dan gambar siluet pria sedang duduk yang diduga adalah sosok ayahnya, Jokowi.

Momen ini menimbulkan asumsi publik terhadap Kaesang yang cenderung 'tebal muka' dengan kritikan netizen.

Sebab, awal mula istilah 'Mulyono' itu lahir dari kritikan-kritikan warganet di Indonesia yang mengarah kepada sosok Presiden RI Jokowi.

Lantas, apakah Kaesang sedang menunjukkan politik anti baper atau justru anti kritik? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Menyoroti Penambahan Nama ‘Si Doel’ Cawagub DKI Jakarta Rano Karno, Jadi Fenomena Marketing Politik di Indonesia

Politik Anti Baper

Kaesang menggalakkan “politik gembira” atau “anti baper” bersama PSI, pada tahun 2023 lalu.

Ketum PSI itu menilai, pendekatan politik yang unik dengan menghadirkan kegembiraan dapat memenangkan hati rakyat.

Salah satunya, Kaesang menekankan untuk memberikan ruang publik untuk menyampaikan kritik mereka, tanpa harus dibawa perasaan.

Halaman:

Tags

Terkini