news

Asal-Usul 80 Ekor Buaya Milik BKSDA yang Kabur di Cianjur, Disita dari Penangkaran Milik Warga

Jumat, 4 Oktober 2024 | 13:37 WIB
Ilustrasi buaya. (Freepik/wirestock)

NARASIDATA.COM - Lepasnya sejumlah buaya dari lokasi penangkaran di di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Gunung Calung, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur pada Rabu, 2 Oktober 2024 menjadi sorotan.

Pasalnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengklaim bahwa 80 ekor buaya yang berada di lokasi pengkaran milik warga tersebut statusnya milik BKSDA.

Fujianto, atau dikenal dengan panggian Nuyan diketahui sebagai pemilik kolam penangkaran buaya tersebut.

Baca Juga: Netizen Iseng Cek Google Maps Lokasi Penangkaran Buaya BKSDA di Cianjur: Serem Amat Ada Predator di Lingkungan Padat Penduduk Begini

Dari informasi yang terhimpun, Nuyan tidak mengetahui berapa jumlah buaya yang lepas.

Namun diakui bahwa dirinya fokus untuk memperbaiki dinding tembok yang jebol, agar tak ada lagi buaya yang kabur.

Lantas banyak masyarakat bertanya, bagaimana bisa lembaga sekelas BKSDA menitipkan 80 ekor buaya di sebuah penangkaran yang letaknya berdekatan dengan lingkungan rumah tinggal.

Baca Juga: Soal Lepasnya Buaya dari Penangkaran di Cianjur, Dede Inoen: Aman, Gak Bakalan Jauh

"Ada2 aja kelakuan orang, orang mah nitip sendal ini nitip buaya 80 ekor ditengah pemukiman warga, otaknya dimana?" kata akun @Discodarurat pada X.com.

Dari sejumlah informasi yang terhimpun, diketahui bahwa BKSDA menitipkan 80 ekor buaya yang statusnya pengambilalihan atau sitaan pada penangkaran milik Nuyan tersebut sejak 2018.

Seperti dijelaskan Kepala BKSDA Wilayah I Bogor Diah Qurani pada sejumlah wawancara, pengambilalihan tersebut karena berbagai permasalahan, termasuk perizinan.

Baca Juga: Tembok Penangkaran Berisi 80 Ekor Buaya di Cianjur Jebol, Beberapa Ekor Lepas ke Lahan Warga

Lantas mengapa buaya sebanyak itu, dititipkan di penangkaran milik warga yang ternyata adalah lokasi penyitaan?

Usai pemilik buaya menyerahkan 80 ekor buaya ke BKSDA, predator tersebut tetap disimpan di lokasi penangkaran.

Halaman:

Tags

Terkini