Lantas, mampukah Elon Musk meyakinkan warga Jerman terhadap rencana-rencana 'perubahan' dari AfD sebagai partai pendukung Neo Nazi yang diusungnya?
Menilik berdasarkan catatan sejarah, berikut ini geliat Adolf Hitler saat dirinya membangun partai Nazi hingga menjadi diktator di Jerman.
Mengubah Partai Buruh di Jerman Menjadi Nazi
Dilansir dari Britannica, pasca Perang Dunia I berakhir, Jerman sebagai pihak yang kalah dalam pertempuran mengalami gejolak politik yang hebat.
Situasi itu melahirkan frustasi dan semakin menguat semangat nasionalisme-rasis di kalangan warga Jerman.
Kelompok nasionalisme-rasis di Jerman itu sebenarnya muncul sejak akhir abad ke-19, saat itu masyarakat tengah ramai menyalahkan orang Yahudi atas kekalahan Jerman.
Tidak sedikit juga yang menentang Republik Weimar, sebuah pemerintahan demokratis yang baru di Jerman dari Perjanjian Versailles.
Pada tahun 1919, seorang nasionalis Jerman, Anton Dexler mendirikan sebuah Partai Buruh.
Dexter superioritas bangsa Jerman di Eropa dan berani mengklaim masyarakatnya sebagai bagian dari ras Arya.
Baca Juga: Suhu Dingin Ekstrem Menghantui Inauguration Day, Pelantikan Presiden Donald Trump Pindah Lokasi
Hitler kemudian bergabung dengan Partai Buruh Jerman pada pertengahan September tahun 1919, sebagai pemimpin propaganda.
Bersama Hitler, Partai Buruh Jerman perkembangan pesat dan anggotanya bertambah banyak.
Dalam setiap pidatonya, Hitler selalu mencela Perjanjian Versailles dan mengeluarkan kata-kata antisemitisme, ungkapan yang cenderung menyalahkan Yahudi atas masalah-masalah politik di Jerman.