Pada tahun 1920, nama Partai Buruh itu diubah oleh Hitler menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman (NAZI).
Partai Nazi Berhasil Rebut Kursi di Parlemen Jerman
Baca Juga: Ratusan ASN Geruduk Kantor Kemdiktisaintek hingga Sentil Menteri Satryo yang Diduga Suka Main Pecat!
Pada Pemilu Jerman 1932, Partai Nazi yang diusung Hitler berhasil merebut 230 dari 608 kursi di Parlemen Jerman.
Kemudian pada tahun 1933, Hitler diangkat menjadi pemimpin di Jerman dengan masa pemerintahan periode 1933-1945, sebuah periode yang dikenal sebagai Nazi Jerman atau Reich III.
Pada masa kekuasaan Hitler itu, Nazi menjadi partai tunggal di Jerman menerapkan berbagai kebijakan yang kontroversial bagi negara-negara lain di Eropa.
Baca Juga: Tinggal Tanda Tangan dari 3 Menteri, Surat Edaran Pembelajaran Ramadan Segera Diumumkan
Hitler bersama Nazi meyakini bahwa bangsa Jerman adalah ras unggul, sedangkan kaum Yahudi, sebagai penderita cacat mental dan fisik
Adapun bangsa komunis yang dinilai sebagai ras inferior yang harus dimusnahkan.
Pada kebijakan luar negerinya, Hitler menarik negaranya dari Liga Bangsa-Bangsa serta membatalkan Perjanjian Versailles pada 1935.
Selama enam tahun pertama pemerintahannya, kebijakan luar negeri Partai Nazi akhirnya memicu terjadinya Perang Dunia II.
Kampanye anti-Yahudi yang semakin ganas diutarakan Hitler ke warga Jerman juga memicu peristiwa Holocaust, genosida atau pembunuhan massal terhadap sekitar enam juga kaum Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II.***