news

Survei Indikator: Mayoritas Masyarakat Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Selasa, 28 Januari 2025 | 09:05 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto

NARASIDATA.COM - Mayoritas masyarakat atau sebanyak 79,3% mengaku puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut termuat dalam survei terbaru yang dirilis lembaga Indikator Politik Indonesia bertajuk 'Evaluasi Publik atas Kinerja 100 Hari Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih'.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi merinci angka survei yang dilakukan pada 16-21 Januari tersebut merupakan akumuluasi kategori puas dan cukup puas atas kinerja Prabowo sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.

Baca Juga: Mengintip Lonjakan Garuda Era STY yang Kini Disegani Tim ASEAN hingga Geliat PSSI Rekrut Pelatih Asing di Indonesia

"Aprroval Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan puas sekitar 13,5%, yang mengatakan cukup puas 65,8%. Jadi total ada 79,3%," kata Burhanuddin, dikutip dari kanal YouTube Indikator Politik Indonesia, Senin (27/1).

Burhanuddin menjelaskan setidaknya ada lebih dari 20 alasan yang melatari kepuasan 1.220 responden dari seluruh provinsi di Tanah Air terhadap kinerja Prabowo.

Beberapa di antaranyan adalah 18,9% rakyat menilai presiden adalah sosok yang tegas, berwibawa, berani dan bijaksana.

Baca Juga: Penggemar Garuda Rela Desak-desakan demi ‘Mengantar Pulang’ STY, Media Korsel Justru Soroti PSSI yang Tak Beri Hadiah Perpisahan

Kemudian, sebanyak 17,4% masyarakat menilai pembrantasan korupsi berjalan baik di bawah kepemimpinan Prabowo.

"Kinerja lembaga hukum, terutama yang terkait dengan pemberantasan korupsi juga menyumbang kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo," jelas Burhanuddin.

Selanjutnya, 12,8% warga melihat Prabowo memiliki kinerja yang baik dan terbukti.

Baca Juga: Ucapan Selamat Tinggal yang Hangat dari Fans Garuda ke STY Jadi Sorotan Media Korsel: Setelah 5 Tahun, Akhirnya Pulang ke Rumah

Lalu, sebanyak 9,2% publik menyenangi Prabowo karena banyak program kerja yang dicanangkan mulai terealisasi.

"Ada yang menyebut sering memberi bantuan (5,9%), program makan bergizi gratis (5,7%) membawa perubahan (3,5%), macam-macam ini alasannya," tutur Burhanuddin.***

Tags

Terkini