news

Kebijakan Trump Dinilai Bahayakan Banyak Nyawa Setelah Memutuskan Menghentikan Bantuan Obat ke Beberapa Negara

Kamis, 30 Januari 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi dampak bahaya pada nyawa banyak orang usai Trump memutuskan menghentikan bantuan obat. (Freepik/rawpixel.com)

Menurut Gawande, beberapa mitra USAID juga telah menerima pemberitahuan serupa, yang berarti mereka tidak lagi dapat mengirimkan obat-obatan ke klinik atau membuka fasilitas medis yang sebelumnya didanai oleh AS. 

Ini termasuk organisasi yang bekerja dengan 6,5 juta anak yatim dan anak-anak rentan yang terinfeksi HIV di 23 negara.

Ancaman Terhadap Kesehatan Global

Baca Juga: Momen Pecah Tawa Prabowo dan Anwar Ibrahim, Gara-gara Pajangan Mobil F1

Keputusan Trump untuk menghentikan pasokan medis ini diperkirakan akan memiliki dampak global yang luas. 

The New York Times melaporkan bahwa tanpa pengobatan, jumlah virus HIV dalam tubuh penderita dapat meningkat dengan cepat, melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka, serta meningkatkan kemungkinan penularan virus ke orang lain. 

Diperkirakan, satu dari tiga wanita hamil yang tidak menerima pengobatan dapat menularkan virus kepada bayi mereka.

Baca Juga: Survei Indikator: Gen Z Mendominasi jadi Kalangan Paling Puas dengan Kinerja Prabowo

Selain itu, penghentian distribusi obat diprediksi dapat menyebabkan kemunculan strain virus yang lebih kuat dan resisten terhadap pengobatan. 

Sebuah penelitian bahkan memperkirakan bahwa jika program ini benar-benar dihentikan, sekitar 600.000 nyawa dapat melayang dalam satu dekade ke depan, khususnya di Afrika Selatan.

"Ini adalah domino lain dari dampak buruk pembekuan program berbahaya yang membuat nyawa tergantung pada keseimbangan," kata Jirair Ratevosian, mantan kepala staf PEPFAR di era pemerintahan Joe Biden.

Baca Juga: Bikin Gemas, Sederet Artis Indo Ini Bagi Momen Perayaan Imlek 2025: Salah Satunya Ada Mantan Istri Ruben Onsu

Kebijakan yang Mengancam Bantuan Kemanusiaan

Pada 20 Januari 2025, Presiden Trump memerintahkan jeda 90 hari dalam bantuan pembangunan luar negeri, sembari meninjau kembali efisiensi program-program tersebut dan kesesuaiannya dengan kebijakan luar negeri AS. 

Namun, kebijakan ini menimbulkan dampak besar bagi negara-negara yang selama ini mengandalkan bantuan AS.

Halaman:

Tags

Terkini