Sumber dari USAID juga melaporkan bahwa sekitar 60 pejabat senior di badan tersebut telah diberhentikan, menambah ketidakpastian terhadap kelangsungan bantuan kemanusiaan di masa depan.
Pada tahun fiskal 2023, AS mencairkan bantuan sebesar USD 72 miliar, yang mencakup 42 persen dari seluruh bantuan kemanusiaan global yang dilacak oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2024.
Dengan penghentian pasokan obat ini, keberlanjutan program-program penyelamatan nyawa kini menjadi tanda tanya besar.***