news

Gempar Banjir Bandang Menerjang Wilayah Jalur Pantura Batang, Begini Kata BMKG Soal Puncak Musim Hujan di Jawa Tengah

Jumat, 31 Januari 2025 | 07:45 WIB
Potret banjir bandang di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis, 30 Januari 2025. (X.com/@Jateng_Twit)

"Mulai pukul 08.50 WIB, semua jalur sudah dapat dilalui perjalanan kereta api dengan kecepatan terbatas pada lokasi terdampak," terang PT KAI.

"KAI menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang terdampak, imbas terjadinya musibah ini," tandasnya. 

Adapun 6 perjalanan kereta api yang sempat terganggu akibat genangan banjir di Batang, yakni meliputi:

Baca Juga: Tersangka Penyiksaan Bocah 10 Tahun di Nias Telah Ditetapkan, Tapi Pamannya Mengungkap Perlakuan Ayah yang Jadi Penyebabnya

  1. KA Blambangan Ekspres (KA 185B) rute Ketapang - Pasar Senen
  2. KA Kaligung (KA 195) rute Semarang Poncol - Brebes
  3. KA Dharmawangsa (KA 131) rute Surabaya Pasar Turi - Pasar Senen
  4. KA Argo Merbabu (KA 19F) rute Semarang Tawang Bank Jateng - Gambir
  5. KA Tawang Jaya (KA 258) rute Pasar Senen - Semarang Poncol
  6. KA Kaligung (KA 194) kasar Tegal - Semarang Poncol

Berkaca dari bencana banjir yang menggenangi wilayah Kabupaten Batang, baru-baru ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap seluruh wilayah Jateng telah memasuki musim hujan sejak Desember 2024.

Peringatan Cuaca Ekstrem di Seluruh Wilayah Jateng

Baca Juga: Istirahat Jadi Pelatih, Eks Juru Taktik Garuda Shin Tae-yong Kini Ikuti Kegiatan Sosial di Kampung Halamannya

Dalam kesempatan berbeda, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkap adanya puncak musim hujan di Jateng diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2025.

Terkait hal ini, Dwikorita mengungkap peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memincu bencana hidrometeorologi di Jateng.

"Sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan mengalami puncak musim hujan hingga Februari. Namun, puncak musim hujan ini tidak serempak, terjadi bertahap mulai November, Desember, Januari, hingga Februari," terang Dwikorita dalam Siaran Pers BMKG, pada Rabu, 29 Januari 2025.

Baca Juga: Meski Warga Gaza Bersikeras Menolak Relokasi, Trump Tetap Ngotot: Mereka Bisa Hidup Tanpa Banyak Gangguan

"Hal ini membuat potensi bencana, seperti yang terjadi di Pekalongan, masih bisa terjadi. Oleh karena itu, langkah antisipasi terus kami tingkatkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Dwikorita menekankan bahwa curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan terjadi terutama di kawasan rawan bencana seperti Pekalongan, Batang, dan Boyolali. Pada wilayah tersebut, ancaman tanah longsor dan banjir bandang menjadi perhatian utama.

Selain itu, Kabupaten Boyolali, berada dalam kondisi kritis karena keberadaan jalur sungai di lereng Gunung Merbabu yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.***

Halaman:

Tags

Terkini