news

Bukan Standar Menu Nasional, Begini Penjelasan Kepala Badan Gizi Nasional Tentang Menu Serangga di MBG

Selasa, 4 Februari 2025 | 21:10 WIB
Kepala BGN klarifkasi tentang menu serangga untuk MBG. (Instagram.com/badangizinasional.ri)

"Tapi itu contoh bahwa badan gizi tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi," terang Dadan.

Klarifikasi Dadan tentang menu serangga

Saat menyapa awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 3 Februari 2025, Dadan mengklarifikasi ucapannya yang telah membuat heboh.

Baca Juga: Gaji dan Tunjangannya Capai Dua Digit, Zulhas Tak Ragu Beri Upah per Bulan Jadi Menteri untuk Siswa Banyuwangi di Program MBG

"Kami waktu menyampaikannya itu, kan kami sampaikan ada masyarakat tertentu yang suka itu," kata Dadan.

"Jadi untuk masyarakat yang tidak suka itu, tidak mungkin menggunakan itu," imbuhnya.

Ia juga menambahkan dengan memberi contoh daerah penghasil telur, bisa saja menggunakan telur sebagai protein utama untuk MBG.

Baca Juga: Kemenlu Beri Update Kondisi Dua Korban Lain Penembakan 5 WNI di Malaysia, Satu Orang Sudah Stabil

"Tapi mungkin kan bisa juga sekali-kali dengan ikan, sekali-kali daging," kata Dadan menjelaskan.

"Mungkin ada orang pusing kalau tidak makan ikan dua hari saja, pasti makan ikan lebih banyak, meskipun juga daging sapi nanti akan kami masak sewaktu-waktu," tambahnya.

Potensi pangan daerah untuk menu MBG

Baca Juga: Soal Usulan Patwal Hanya untuk Presiden, Ini Tanggapan 3 Menteri Era Prabowo yang Siap Pakai Transportasi Umum

Dadan juga pernah menyatakan untuk mengembalikan menu Makan Gratis Bergizi sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.

"Tidak, isi protein di berbagai daerah sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal, jangan diartikan lain, ya," ujarnya," ujarnya.

"Yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas, seperti itu," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini