news

Soal Kode Keras Prabowo ke Pejabat Bandel, Maruarar Sirait Siap Dicopot Jika Kena Reshuffle hingga Anggota DPR yang Ngaku Loyal ke Rakyat

Jumat, 7 Februari 2025 | 19:05 WIB
Potret Presiden RI, Prabowo Subianto bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih. (Instagram.com/@prabowo)

Dalam kesempatan berbeda, Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP Golkar Dave Laksono mengaku telah memahami peringatan Prabowo yang akan menyingkirkan anak buahnya yang tidak bekerja untuk rakyat.

Dave menegaskan pihaknya terkhusus kader-kader dari Partai Golkar di Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja untuk mencapai target masing-masing.

"Seluruh kader Golkar bekerja dan bergerak demi tercapainya semua target-target pemerintah hari ini," tegas Dave kepada awak media di Jakarta, pada Kamis, 6 Februari 2025.

Baca Juga: Kepala BGN Ungkap Pembayaran Mitra Makan Bergizi Gratis Tak Perlu Reimburse Usai Ramai Isu Mitra Mundur

Di sisi lain, Dave menuturkan pihaknya loyal kepada rakyat, dan terus berjuang untuk memenuhi harapan rakyat.

"Kita semua loyal kepada rakyat Indonesia dan berjuang demi tercapai semua harapan bangsa," terangnya.

  2. Maruarar Sirait Siap Dicopot Jika Kena Reshuffle Kabinet

Baca Juga: Abu Mendiang Barbie Hsu Sudah Tiba di Taiwan, Pilih Keluarga Tak Gelar Upacara Pemakaman untuk Mengenang Sikapnya yang Rendah Hati

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengaku siap menghadapi kemungkinan perombakan (reshuffle) kabinet setelah 100 hari pemerintahan Prabowo.

Maruarar menuturkan, menteri sebagai pembantu presiden harus siap menghadapi kemungkinan dicopot dari jabatannya. 

"Kita sebagai pembantunya harus siap, kita harus siap," ujar Maruarar dalam kesempatan berbeda di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2025. 

Baca Juga: Sisi Lain Kasus Barang Selundupan Rp480 M yang Dibongkar Budi Gunawan, Ada 4 Skandal Serupa yang Terjadi dalam 3 Bulan Terakhir

Menteri PKP itu menyoroti posisinya sebagai menteri Kabinet Merah Putih juga harus siap menjalankan tugas dari Prabowo, serta tidak korupsi.

"Kita pembantu presiden menjalankan tugas presiden. Saya pikir begitu dan kita bekerja seperti kata visi Prabowo, bekerja keras," terang Maruarar.

"Tidak boleh korupsi, dan kerja sama, karena tidak mungkin kita bekerja sendirian," tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini