Keduanya bertemu secara pribadi di Paris, Prancis, pada Desember 2024, saat pembukaan kembali Katedral Notre-Dame.
Pertemuan ini sangat kontras dengan hubungan tegang Trump dengan Harry dan Meghan.
Yayasan Warisan Gugatan
Heritage Foundation, sebuah lembaga pemikir konservatif, mempertanyakan transparansi Harry dalam permohonan visa AS-nya.
Mereka merujuk pada pengakuan dalam otobiografi Spare, di mana Harry mengungkapkan bahwa ia pernah menggunakan kokain, ganja, dan psikedelik di masa lalu.
"Siapa pun yang melamar ke Amerika Serikat harus jujur dalam lamaran mereka, dan tidak jelas apakah hal itu berlaku untuk Pangeran Harry," ujar Nile Gardiner dari Heritage Foundation.
Baca Juga: Kejagung Tidak Mengalami Pemotongan Anggaran, Padahal 10 Kementerian Ini Sampai Puluhan Triliun
Lembaga tersebut juga mencurigai bahwa Harry mungkin telah mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintahan Joe Biden setelah ia dan Meghan pindah ke California pada tahun 2020, menyusul kepergian mereka dari keluarga kerajaan Inggris dalam peristiwa yang dikenal sebagai "Megxit."
Gugatan terhadap status imigrasi Harry masih berlanjut, namun Trump telah menyatakan secara terbuka bahwa ia tidak akan mengambil tindakan untuk mendeportasi Duke of Sussex.***