Selain itu, ia juga akan mengonsep sistem transportasi udara antar daerah di Jawa Barat, sesuai dengan keahliannya sebagai pengusaha maskapai penerbangan.
"Dia akan memberikan arahan-arahan soal pembangunan dermaga, penataan wilayah laut, kemudian konsepsi tentang pembangunan lintas daerah dengan sistem transportasi udara," papar Dedi.
Penunjukan Susi sebagai konsultan sukarela ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga lingkungan laut serta meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui jalur udara di Jawa Barat.
Respons Susi Pudjiastuti
Menanggapi kabar tersebut, Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa syarat utamanya dalam menerima posisi ini adalah tidak dibayar.
"Ini syarat utama, kalau enggak saya kabur," ujar Susi kepada media, Jumat 21 Februari 2025.
Sebenarnya, wacana mengenai Susi menjadi tenaga ahli Gubernur Jabar telah beredar sejak sebulan lalu.
Saat itu, Dedi Mulyadi sempat menyebut bahwa ia berencana mengajak beberapa mantan menteri, termasuk Susi dan Ignasius Jonan, untuk membantunya mengelola Jawa Barat.
Spekulasi ini semakin menguat setelah Dedi bertemu dengan Susi di kediamannya di Ciamis dan mengungkapkan niatnya untuk membenahi sektor kelautan Jabar dengan serius.
Baca Juga: Tegak Lurus pada PDI Perjuangan, 20 Kepala Daerah Tunda Keberangkatan Retret ke Akmil Magelang
Saat itu, Susi tidak memberikan jawaban tegas terkait tawaran tersebut dan menolak jika harus ada pengangkatan resmi dengan surat keputusan.
"Enggak usah official-official gitu lah, ribet. Nanti ribet. Saya makan gaji negara," ujar Susi.
Dengan komitmen yang ditunjukkan Susi Pudjiastuti, kehadirannya sebagai penasihat diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi pembangunan Jawa Barat, terutama dalam sektor kelautan dan transportasi udara.***