“Para menteri 42 orang itu akan bicara soal Asta Cita, diturunkan lagi, bukan hanya makan bergizi, tapi soal ketahanan pangan, persoalan irigasi, bagaimana soal pendidikan, kesehatan, kependudukan, banyak itu," ujar Bima Arya.
Dalam kesempatan lain, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan kalau retret adalah acara untuk menyatukan misi presiden secara langsung.
“Jadi ini suatu kesatuan dan cara paling bagus untuk menyatukan misi persepsi itu retret udah,” kata Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen pada Minggu, 23 Februari 2025.
Ia kemudian memberikan contoh tentang proses swasembada pangan yang harus dilakukan dalam satu kesatuan tim.
“Saya ambil contoh, kita mau swasembada pangan, pangan itu apa misalnya sawah, ada di kabupaten, ada provinsi tanggung jawabnya,” kata Zulhas.
“Jadi ada bupati, ada gubernur, ada menteri, ada Menko, ada Presiden, di paling atas Inpres gitu,” imbuhnya.
Baca Juga: Wamendagri Soal Kepala Daerah yang Tidak Menghadiri Retret: Dikirim Wakil untuk Menggantikan
“Ini satu tim, nah kalau ada satu tim di bawah yang tidak searah, nah itu nggak bisa, nggak bisa swasembada pangan” tambahnya.
Mengakrabkan Diri dengan Sesama Kepala Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang hadir dalam retret di Magelang itu juga mengatakan tentang pentingnya acara ini untuk sesama kepala daerah.
Seperti para kepala daerah untuk bisa saling berkoordinasi dan menjalin kerja sama.
“Tadi saya datang dengan pak Bima satu per satu ke tenda ada yang dari Jawa, dari Sragen kalau nggak salah, ada yang dari Timur, ya ada yang dari Ambon, gabung, saling kenal,” ucap Tito di Kompleks Akmil Magelang pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Itu yang kita harapkan, saling kenal, saling bantu, saling kerja sama,” ujarnya.