Jusuf Kalla Nilai Positif 'Kabur Aja Dulu' yang Ramai di Medsos, Ini Beda Pandangan dari Dubes Jepang hingga Media Tiongkok

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 26 Februari 2025 | 11:05 WIB
Potret Eks Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (Instagram.com/@jusufkalla)
Potret Eks Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (Instagram.com/@jusufkalla)

Misi Terkini Dubes Jepang: Rekrut Banyak TKI 'Pekerja Keras'

Dalam kesempatan berbeda, Masaki selaku Dubes Jepang untuk Indonesia juga pernah memuji para tenaga kerja Indonesia (TKI) sebagai pekerja keras di berbagai bidang pekerjaan di Negeri Sakura.

Masaki juga mengaku memiliki misi untuk meningkatkan jumlah pekerja TKI agar dapat segera 'kabur aja dulu' menuju Jepang.

Baca Juga: Masuk Top 8 SWF dengan Aset Terbesar di Dunia, Danantara Bakal Kelola Aset Negara RI Rp300 Triliun Hasil Efisiensi Anggaran

"Mereka sangat dihargai oleh orang Jepang. Jadi, misi saya adalah meningkatkan jumlah orang seperti itu," terang Masaki di sela perayaan ulang tahun Kaisar Jepang Naruhito ke-65 di Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Selain itu, Dubes Jepang untuk Indonesia itu juga menegaskan TKI dapat bekerja di sektor mana pun, termasuk transportasi, walaupun para pekerja asing tetap diharuskan mengerti bahasa Jepang meski tidak harus fasih.

"Di bidang apa pun, saya rasa orang Indonesia diterima. Dan saya dengar, ada seorang sopir bus dari Indonesia itu pertama di Jepang," pungkas Masaki.

Baca Juga: Termasuk di Papua Tengah, Badan Gizi Nasional Klaim Program Makan Bergizi Gratis Sudah Dilakukan di Seluruh Wilayah Indonesia

Di sisi lain, terdapat pula pandangan terkait fenomena 'Kabur Aja Dulu' warganet Indonesia yang mendapatkan sorotan khusus dari media lokal di Tiongkok, South China Morning Post (SCMP).

SCMP Soal 'Kabur Aja Dulu': Aspirasi Anak Muda Indonesia 

Dalam artikel SCMP yang tayang pada 14 Februari 2025, media lokal di Tiongkok itu menyebut 'Kabar Aja Dulu' yang ramai diserukan warganet Indonesia di medsos sebagai gerakan perlawanan budaya.

Baca Juga: Kepala BGN Pastikan MBG Tetap Dilaksanakan Seperti Biasa, Menu Telur Rebus hingga Kolak Jadi Pertimbangan

SCMP menilai, gerakan itu mendorong orang untuk bermigrasi ke negara lain sekaligus menandakan adanya rasa frustasi atas kurangnya kesempatan kerja di Indonesia.

"Gerakan 'perlawanan budaya' di Indonesia ini mendorong orang untuk bermigrasi, sekaligus menunjukkan rasa frustasi atas kurangnya kesempatan kerja," begitu pernyataan media lokal di Tiongkok itu ada 14 Februari 2025.

Selain itu, SCMP menyoroti fenomena 'Kabur Aja Dulu' menunjukkan adanya rasa merasa kurang dihargai di pasar kerja domestik dan melihat peluang lebih baik di luar negeri.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X