Menyoal Kasus Penembakan 5 WNI di Malaysia, Yusril Minta untuk Tak Ragukan dan Menghormati Keputusan Hukum Malaysia

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 26 Februari 2025 | 19:00 WIB
Pertemuan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dengan Mendagri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail pada Selasa, 25 Februari 2025.(Instagram/kumham.imipas)
Pertemuan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dengan Mendagri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail pada Selasa, 25 Februari 2025.(Instagram/kumham.imipas)

Pemeriksaan terhadap aparat ini dilakukan apakah tindakan penembakan sudah sesuai dengan SOP atau tidak.

Menghormati Keputusan Hukum Malaysia

Yusril juga menegaskan tak meragukan keputusan yang nanti diambil oleh pemerintah Malaysia setelah penyelidikan selesai.

Baca Juga: Kesehatan Paus Fransiskus Mulai Membaik, Vatikan Beri Bocoran Isi Telepon Bapa Suci dengan Paroki Gaza

Termasuk keputusan yang diambil kepada korban WNI, mengingat saat kejadian mereka sedang berusaha untuk keluar dari Malaysia tanpa prosedur yang legal.

“Jadi tidak ada lagi hal yang perlu diragukan,” kata Yusril.

“Jadi permintaan kita, permintaan banyak pihak supaya diambil satu, satu langkah hukum terhadap baik korban maupun pelaku itu sudah diambil oleh pemerintah Malaysia,” terangnya.

Baca Juga: Telisik Skandal Korupsi Minyak Senilai Rp193 Triliun: Sebelumnya Ditjen Migas ESDM Digeledah, Kini Dirut Pertamina Jadi Tersangka

“Kita menghormati tindakan hukum yang telah diambil oleh pemerintah Malaysia,” imbuh Yusril.

Malaysia Lakukan Dua Fase Penyelidikan untuk Kasus Penembakan

Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail memberikan update terbaru jika aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dalam dua fase.

Baca Juga: Mengulik Perjalanan Carmen, Gadis Bali yang Awalnya Fans SNSD Kini Resmi Debut di Hearts2Hearts Agensi SM Entertainment

Selain dari pihak kepolisian juga ada penyelidikan internal yang dilakukan oleh APMM.

“Investigasi dilakukan dalam dua tahap, pertama penyelidikan internal oleh APMM dan kedua oleh polisi,” ujar Saifuddin saat menghadiri perayaan 20 tahun APMM di Karpal Singh Drive pada Sabtu, 15 Februari 2025.

“Polisi yang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui apakah ada pelanggaran dalam pelaksanaan tugas,” imbuh Saifuddin seperti dikutip dari The Star.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X