Menteri Bahlil Ikut Respon Skandal Pertamax Oplos, Soal Kepastian Spek BBM Pertamina hingga Lapor Langsung ke Prabowo

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 27 Februari 2025 | 09:15 WIB
Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyoroti skandal dugaan Pertamax oplosan yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga. (Instagram.com/@bahlillahadalia)
Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyoroti skandal dugaan Pertamax oplosan yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga. (Instagram.com/@bahlillahadalia)

 Baca Juga: Telisik Skandal Korupsi Minyak Senilai Rp193 Triliun: Sebelumnya Ditjen Migas ESDM Digeledah, Kini Dirut Pertamina Jadi Tersangka

Bahlil juga sempat mengaku pihaknya telah mengusulkan proyek fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak atau BBM storage dan kilang minyak (refinery) kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan energi.

"Dalam hilirisasi, proyek yang akan kami dorong untuk kami laporkan kepada Pak Presiden adalah storage untuk BBM dan refinery-nya," tegas Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Bahlil menjelaskan, kapasitas penyimpanan BBM Indonesia kini hanya bisa memenuhi kebutuhan hingga 21 hari sehingga perlu penambahan agar penyimpanan bisa menyentuh 30 hari.

Baca Juga: Mengulik Perjalanan Carmen, Gadis Bali yang Awalnya Fans SNSD Kini Resmi Debut di Hearts2Hearts Agensi SM Entertainment

Mengenai usulan proyek kilang minyak atau refinery dilatarbelakangi oleh keinginan pemerintah agar hasil minyak mentah di dalam negeri tidak diekspor untuk diolah di luar negeri.

Bahlil berharap agar kilang minyak di dalam negeri dapat mengolah minyak mentah yang diproduksi di dalam negeri.

"Impor kita ini kan terhadap minyak banyak sekali, maka kami mendorong untuk membangun refinery," sebut Bahlil.

"Tujuannya apa? Agar kita mempunyai cadangan dan minyaknya langsung dari kita. Ini butuh investasi besar," tandasnya.***

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X