Respon Keresahan Warga RI, DPR Bakal Ajak Diskusi Pimpinan Industri Kendaraan Tanah Air Soal Isu Dugaan Pertamax Oplosan!

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 27 Februari 2025 | 10:15 WIB
Potret Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi. (Dok. DPR RI)
Potret Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi. (Dok. DPR RI)

Terkhusus, Pertalite yang seharusnya memiliki RON 90, ternyata dicampur dengan Pertamax yang memiliki RON 92, sebuah skandal yang bisa berakibat fatal bagi kendaraan yang menggunakannya.

Bambang menilai, dampak dari pengoplosan ini sangat berisiko terutama terhadap mesin kendaraan yang bisa mengalami kerusakan serius akibat kualitas bahan bakar yang tak sesuai.

"Kalau seandainya memang RON itu bisa dipalsukan, saya meyakini banyak kendaraan-kendaraan bermasalah," terangnya.

Baca Juga: Jusuf Kalla Nilai Positif 'Kabur Aja Dulu' yang Ramai di Medsos, Ini Beda Pandangan dari Dubes Jepang hingga Media Tiongkok

DPR Bakal Ajak Diskusi Pimpinan Industri Kendaraan Tanah Air

Bambang juga menuturkan pihaknya akan segera mengundang pimpinan industri kendaraan di Tanah Air, terkhusus bagi kendaraan roda empat alias mobil. 

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI itu menyebut, pihaknya akan meminta penjelasan kepada para pemimpin industri kendaraan Tanah Air terkait kendala-kendala yang dialami konsumen produknya.

Baca Juga: Skandal Impor Minyak Pertamina, Tambah Daftar Kasus Dugaan Korupsi yang Pernah Bikin Heboh di Medsos dengan Nilai Fantastis!

"Kami ingin mendapat penjelasan apakah selama ini pernah ada kendala-kendala di kendaraan tersebut adanya korosi atau sejenisnya," terang Bambang.

"Sehingga, tidak menjadi satu isu yang liar di masyarakat," tegasnya.

Di sisi lain, legislator dari Fraksi Gerindra itu juga menilai kepercayaan publik terhadap Pertamina bisa menurun karena kasus pengoplosan BBM yang bergulir saat ini. 

"Jangan sampai trust (kepercayaan) publik atas kasus hukum yang sedang berproses silakan saja, kami sangat mendukung penegakan hukum silahkan," pungkas Bambang.***

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X