Makin Aneh, Trump Kenakan Tarif Dagang Tinggi di Pulau Tanpa Manusia, Hanya Ada Pengiun di Dalamnya

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 6 April 2025 | 08:13 WIB
Pulau yang Hanya Dihuni Penguin juga Kena Tarif Dagang Tinggi dari Trump. (Freepik/wirestock)
Pulau yang Hanya Dihuni Penguin juga Kena Tarif Dagang Tinggi dari Trump. (Freepik/wirestock)

Terletak sekitar 1.600 kilometer di timur laut Sydney, pulau ini memiliki populasi sekitar 2.188 jiwa. 

Menurut data dari Observatory of Economic Complexity, pada tahun 2023 Pulau Norfolk mengekspor barang ke AS senilai 655.000 dolar AS (sekitar Rp10,5 miliar), dengan ekspor utama berupa alas kaki kulit senilai 413.000 dolar AS (sekitar Rp6,7 miliar).

Namun, data tersebut diragukan oleh George Plant, administrator Pulau Norfolk. 

Baca Juga: Beda Keterangan, Razman Arif Nasution Mengaku Lebih Dulu Ingin Menarik Kuasa dari Vadel Badjideh: Mulai Curiga

“Tidak ada ekspor yang diketahui dari Pulau Norfolk ke Amerika Serikat dan tidak ada tarif atau hambatan perdagangan non-tarif yang diketahui atas barang-barang yang masuk ke Pulau Norfolk,” ujar George Plant.

Pernyataan Albanese pun menyoroti kejanggalan dalam kebijakan tarif ini. 

“Pulau Norfolk dikenai tarif sebesar 29 persen. Saya tidak begitu yakin bahwa Pulau Norfolk, sehubungan dengan itu, merupakan pesaing dagang dengan ekonomi raksasa Amerika Serikat, tetapi itu hanya menunjukkan dan memberi contoh fakta bahwa tidak ada tempat di Bumi yang aman dari ini,” katanya.

Hal yang lebih membingungkan adalah data terkait Pulau Heard dan Kepulauan McDonald.

Baca Juga: Apresiasi LSM Prabhu Indonesia Jaya: Pengamanan Arus Mudik 2025 Berjalan Sukses, Kecelakaan Turun Drastis

Wilayah ini nyaris tak berpenghuni dan tidak memiliki fasilitas seperti bangunan permanen.

Meskipun demikian, data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Amerika Serikat mengimpor barang senilai 1,4 juta dolar AS (sekitar Rp22,8 miliar) dari wilayah ini pada tahun 2022.

Lebih lanjut, hampir seluruh nilai ekspor tersebut dikategorikan sebagai produk “mesin dan listrik”, meskipun tidak jelas bagaimana barang-barang tersebut berasal dari wilayah yang nyaris tidak memiliki aktivitas manusia.

Baca Juga: Disebut Lebih Dulu Jadi Simpanan Ridwan Kamil, Ayu Aulia Singgung Soal Kejadian USG

Dalam lima tahun sebelumnya, nilai impor dari Pulau Heard dan Kepulauan McDonald berkisar jauh lebih rendah, yakni antara 15.000 dolar AS (sekitar Rp244 juta) hingga 325.000 dolar AS (sekitar Rp5,2 miliar) per tahun. 

Ketidakkonsistenan data ini memicu tanda tanya besar di kalangan pengamat ekonomi dan diplomasi perdagangan.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X