Kisah Titiek Puspa dan Warisan Musik Istana: Dari Nama Pemberian Soekarno hingga Grup Lensois

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 13 April 2025 | 22:14 WIB
Potret Titiek Puspa Semasa Hidup dan Legenda Musiknya yang Abadi. (instagram.com/titiekpuspa_official)
Potret Titiek Puspa Semasa Hidup dan Legenda Musiknya yang Abadi. (instagram.com/titiekpuspa_official)

Nama "Titiek Puspa" bukan sekadar identitas panggung biasa. Nama tersebut merupakan pemberian langsung dari Presiden Soekarno. 

Sebelumnya, Titiek dikenal dengan nama lahir Sudarwati. 

Soekarno merangkai nama panggilan “Titiek” dengan kata “Puspa” yang berarti bunga, sehingga lahirlah nama yang terus melekat pada diri sang penyanyi hingga akhir hayatnya.

Baca Juga: Jokowi Kenang Momen Canda Tawa Bareng Titiek Puspa 8 Tahun Lalu: Almarhumah akan Selalu Hidup di Hati Kita

Sebagai bagian dari grup Lensois, Titiek Puspa mengambil peran sentral sebagai vokalis utama. 

Grup ini bukanlah sembarang kelompok musik. Lensois dibentuk sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia. 

Tujuan utamanya adalah mengenalkan dan mempromosikan musik serta seni Indonesia di forum-forum internasional.

Baca Juga: Kantongi Korban Baru, Polisi Ungkap Korban Lain dar Priguna Anugerah saat Ini Masih Berstatus Pasien di RSHS

Lensois merupakan inisiasi langsung dari Presiden Soekarno dan dibentuk oleh musisi kenamaan Jack Lesmana. 

Grup ini menjadi semacam simbol perlawanan terhadap dominasi musik Barat yang saat itu sangat mendominasi ruang budaya tanah air.

Di tangan Lensois, dan dengan suara Titiek Puspa, musik Indonesia dibawa hingga ke panggung-panggung negara sahabat. 

Baca Juga: Cerita SBY Bikin Album Bareng Titiek Puspa Sebelum sang Musisi Wafat, Ungkap Lirik Lagunya yang Indah

Mereka kerap tampil dalam acara kenegaraan, mendampingi Presiden Soekarno dalam berbagai lawatan penting ke luar negeri, termasuk ke Prancis dan Belanda.

Salah satu agenda besar mereka sempat direncanakan untuk tampil dalam peringatan satu dekade Konferensi Asia-Afrika di Aljazair. 

Namun sayangnya, rencana itu batal karena kudeta yang terjadi di negara tersebut.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X