Kementerian PPPA Datangi TKP Pemerkosaan Keluarga Pasien oleh Oknum Dokter PPDS RSHS Bandung: Ruangan di Lantai yang Belum Dioperasikan

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 15 April 2025 | 19:26 WIB
Wakil Menteri PPPA kunjungi TKP pemerkosaan anak pasien di RSHS Bandung. (Instagram/bdg.dlh)
Wakil Menteri PPPA kunjungi TKP pemerkosaan anak pasien di RSHS Bandung. (Instagram/bdg.dlh)

NARASIDATA.COM - Dunia kedokteran dibuat geram dengan aksi bejat oknum dokter residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjajaran, Priguna Anugerah Pratama.

Priguna terbukti melakukan tindakan pemerkosaan kepada 3 korbannya yang dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Salah satu korban kejadian pada 18 Maret 2025 lalu di Gedung Maternal & Child Health Center (MCHC) lantai 7 RSHS Bandung dibius hingga tak sadarkan diri.

Baca Juga: Ingar di Medsos Soal Dugaan Ridwan Kamil Selingkuh, Deddy Corbuzier Sebut Banyak Netizen Mendadak Jadi Detektif

Modusnya saat itu adalah untuk melakukan cek darah pada korban di mana saat itu ia sedang menunggu ayahnya yang dirawat di ICU.

Karena kasus ini, Wakim Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan bersama mengunjungi RSHS Bandung dan meninjau lokasi kejadian.

Dari kunjungannya ini terungkap bahwa gedung yang menjadi TKP belum beroperasi.

Baca Juga: Jelang Indonesia U-17 vs Korut di Perempat Final Piala Asia 2025, Coach Nova Beberkan Skenario Adu Penalti

“Tadi ketika kita mendatangi, itu adalah ruangan yang masih dalam proses perbaikan, jadi itu ruangan di lantai yang belum dioperasikan,” kata Veronica di RSHS Bandung pada Senin, 14 April 2025.

“Jadi memang ada ruangan-ruangan yang sudah menjadi perencanaan daripada si oknum itu,” imbuhnya.

“Lewat tangga darurat, keluar dari lantai 6, naik tangga, terus masuk ke lantai 7 dan di saat tengah malam,” tambahnya.

Baca Juga: Ingar Larangan Ngemis Sumbangan di Jalan, Dedi Mulyadi Tegaskan Kini Jalanan Umum Wilayah Jabar Harus Bebas Pungutan

Veronica kemudian membayangkan iming-iming seperti apa dari oknum dokter tersebut sampai korban mau mengikutinya.

“Saya lagi membayangkan kondisi korbannya itu kan pasti ayahnya lagi sakit, mungkin saja diiming-iming tidak usah bayar, saya lagi membayang ya,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X